Rabu, 16 Juni 2010

SISTEM INFORMASI PEMASARAN RS

0 komentar
Pemasaran adalah area fungsional yang menggunakan SIM
Sistem Informasi Pemasaran (SIP) mempunyai 3 subsistem: Sistem informasi akuntansi (AIS), riset pemasaran, dan intelijen pemasaran

Pusat Saraf Pemasaran
3 Arus Informasi
Internal
Dikumpulkan dari perusahaan
Intelijen
Mengalir dari lingkungan ke perusahaan
Komunikasi
Mengalir keluar dari perusahaan ke lingkungan

SISTEM INFORMASI PEMASARAN RS adalah

Suatu sistem berbasis komputer yang bekerja sama dengan sistem informasi fungsional lain untuk mendukung manajemen perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan pemasaran produk/jasa.

SI PEMASARAN RS:
RENCANA STRATEGIK: rencana pemasaran jangka panjang, rencana pemasaran produk/pasar baru, model strategi yankes
RENCANA OPERASIONAL: rencana pemasaran, rencana keuangan, rencana produk, rencana harga, peramalan penjualan, riset pasar yankes, rencana promosi, rencana jalur distribusi
LAPORAN PENGENDALIAN: anggaran pengeluaran, pangsa pasar, distribusi yankes, keuntungan, realisasi penjualan, realisasi harga, litbang
PROSES TRANSAKSI: data permintaan yankes, faktur/bukti pemberian yankes, laporan penjualan yankes

Untuk mengetahui tentang SISTEM INFORMASI PEMASARAN RS lebih lengkapnya silahkan download disini

SISTEM INFORMASI SDM RS

0 komentar
8 aspek pengelolaan SDM yang ideal dalam organisasi
1. Seleksi dan Rekrutmen. Bertanggung jawab untuk menjawab kebutuhan pegawai melalui penerimaan pegawai hingga penempatan para pegawai baru tersebut di posisi-posisi yang tepat (menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat)

2.Peningkatan kualitas SDM
Dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas pelatihan, pendidikan dan pengembangan sebagai upaya peningkatan kemampuan dan keterampilan kerja.

3. Compensation and Benefit.
Berfungsi untuk menyusun strategi hingga
implementasi atas seluruh kompensasi yang diterimakan kepada pegawai yang
mengacu pada kondisi pasar.

4.Manajemen Kinerja.
Merupakan upaya monitoring kesenjangan antara standard kinerja yang diharapkan dengan aktual kinerja yang ditunjukkan.

5.Perencanaan Karir (Career Planning). Bertanggung jawab atas pengelolaan,
perencanaan dan jenjang karir bagi seluruh anggota organisasi. Fungsi ini mengatur setiap pegawai memiliki jalur karir menurut tugas, tanggung jawab, dan kompetensi yang ia miliki.

6.Hubungan Karyawan (Employee Relations).
Berfungsi sebagai internal PR bagi setiap kebutuhan pegawai terhadap informasi, kebijakan dan peraturan perusahaan. Fungsi ini juga penting untuk menggali input-input dari pegawai mengenai berbagai aspek dalam organisasi.

7. Separation Management.
Berfungsi mengelola seluruh tindakan pemutusan hubungan kerja (normal separation: pensiun, habisnya masa kontrak, atau meninggal), (forced separation: indisipliner, dll), atau (early retirement)

8.Personnel Administration / Personalia
Fungsi yang mendukung terlaksananya fungsi HR yang lain.
Secara umum fungsi ini bertanggung jawab terhadap Employee Database, Payroll dan pembayaran benefit lainnya, pinjaman karyawan, absensi, pencatatan cuti tahunan.

Human Resources Information System (HRIS)
Program aplikasi komputer yang mengorganisir tatakelola dan tatalaksana manajemen SDM di RS guna mendukung proses pengambilan keputusan atau biasa disebut dengan Decision Support System dengan menyediakan berbagai informasi yang diperlukan mengenai SDM.

Human Resources Information System (HRIS)
Sebuah bentuk interseksi/pertemuan antara bidang ilmu manajemen sumber daya manusia (MSDM) dan teknologi informasi. sistem ini menggabungkan MSDM sebagai suatu disiplin yang utamanya mengaplikasikan bidang teknologi informasi ke dalam aktivitas-aktivitas MSDM.

Fungsi HRIS
1. Perekrutan dan Penerimaan (Recruiting and Hiring).
Membantu menerima pegawai baru ke dalam RS. SDM selalu mengikuti perkembangan terakhir dalam peraturan pemerintah yang mempengaruhi praktek kepegawaian dan menasehati manajemen untuk menentukan kebijakan yang sesuai.

Fungsi HRIS
2. Pendidikan dan Pelatihan. Selama periode kepegawaian seseorang, SDM dapat mengatur berbagai program pendidikan dan pelatihan yang diperlukan untuk
meningkatkan pengetahuan dan keahlian kerja tenaga di RS.

Fungsi HRIS
3. Manajemen Data.
SDM menyimpan database yang berhubungan dengan pegawai dan memproses data tersebut untuk memenuhi kebutuhan informasi
pemakai.

Fungsi HRIS
4. Penghentian dan Administrasi Tunjangan.
Selama seseorang diperkerjakan di RS mereka menerima paket tunjangan. Setelah penghentian, SDM mengurus program pensiun perusahaan bagi mantan pegawai yang berhak.



OUTPUT HRIS
Subsistem Perencanaan Kerja.
Merupakan informasi yang dibutuhkan oleh
manajer atas untuk merencanakan kebutuhan tenaga kerja dalam jangka pendek
dan jangka panjang. Informasi ini meliputi informasi untuk analisis perputaran
tenaga kerja (turnover), anggaran biaya tenaga kerja dan perencanaan tenaga
kerja itu sendiri.

OUTPUT HRIS
2. Subsistem Perekrutan.
Merupakan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk pengadaan tenaga kerja secara eksternal maupun internal. Informasi-informasi ini diantaranya adalah informasi pasar tenaga kerja, penjadwalan wawancara,perekrutan dan analisis rekruitmen.


OUTPUT HRIS
3. Subsistem Manajemen Angkatan Kerja. Merupakan informasi yang dibutuhkan untuk mengelola SDM di dalam RS.Informasi-informasi ini meliputi informasi pelatihan, penilaian atau evaluasi kerja, evaluasi keahlian, karir, realokasi jabatan, suksesi, dan kedisiplinan.


OUTPUT HRIS
4. Subsistem Tunjangan.
Merupakan informasi tentang penggajian dan kompensasinya yang meliputi kehadiran dan jam kerja, perhitungan gaji dan bonus, analisis kompensasi dan perencanaan kompensasi.

OUTPUT HRIS
5. Subsistem Benefit.
Meliputi benefit yang diterima oleh karyawan. Benefit berbeda dengan kompensasi. Kompensasi lebih ke insentif yang dihubungkan dengan kinerja karyawannya, sedang benefit lebih ke manfaat tambahan yang diterima karyawan seperti dana pensiun.

OUTPUT HRIS
6. Subsistem Pelapor Lingkungan.
Informasi informasi ini berhubungan
Dengan keluhan-keluhan, kecelakaan selama kerja, kesehatan karyawan dan
lingkungan kerjanya.

Untuk mengetahui tentang SISTEM INFORMASI SDM RS lebih lengkapnya silahkan download disini


SIRS PENDUKUNG KEPUTUSAN

0 komentar
MASALAH

1. Merasa ada kesenjangan/gap
2. Merasa ada penyimpangan dari rencana
3. Merasa tidak puas
4. Merasa bertanggung jawab


Proses Pengambilan Keputusan:
Intelligence: pencarian kondisi-kondisi yang dapat menghasilkan keputusan
Design: menemukan, mengembangkan, dan menganalisis materi-materi yang mungkin akan dikerjakan
Choice: pemilihan dari materi-materi yang tersedia, mana yang akan dikerjakan
Implementation: penerapan keputusan terpilih


Decision Support System:
Sistem basis komputer yang mempunyai 3 komponen interaktif: 1)Bahasa (mekanisme yang menyediakan komunikasi user dan pelbagai komponen dalam DSS), 2)Knowledge (penyimpanan knowledge domain permasalahan yang ditanamkan di DSS baik sebagai data/prosedur), 3)Sistem pemrosesan permasalahan (link antara 2 komponen yang mengandung kemampuan memanipulasi masalah untuk pengambilan keputusan)

Decision Support System: Sistem berbasis komputer yang interaktif dan membantu pengambil keputusan memanfaatkan data dan model untuk menyelesaikan masalah-masalah yang tak terstruktur

Decision Support System:
Sistem tambahan yang mampu mendukung analisis data secara ad hoc dan permodelan keputusan yang berorientasi pada perencanaan masa depan

SIRS SEBAGAI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN

“Model dengan basis sistem prosedur untuk memproses data dan dugaan dalam membantu manajer mengambil keputusan pelayanan RS”

Alasan menggunakan DSS:
RS beroperasi pada ekonomi tak stabil
RS dihadapkan pada kompetisi meningkat
RS menghadapi kesulitan dalam melacak aktivitas-aktivitas usaha
Sistem komputer RS tidak mendukung peningkatan tujuan RS dalam segi efisiensi, profitabilitas serta mencari solusi yang menguntungkan


Manfaat Menggunakan DSS di RS:
Kebutuhan informasi menjadi akurat
DSS sebagai alat diferensiasi
Kebutuhan infomasi baru meningkat
Manajemen membutuhkan DSS
Penyediaan informasi tepat waktu
Pengurangan biaya

DSS Ideal:
Menyediakan dukungan bagi pengambil keputusan yang memadukan pertimbangan manusia dan informasi komputer
Dukungan untuk pelbagai level manajerial mulai dari puncak sampai manajer lapangan
Dukungan bagi individu juga kelompok
Dukungan ke pelbagai keputusan yang saling berkaitan dan berurutan
Mendukung pelbagai fase proses pengambilan keputusan (intelligence, design, choice, implementation)
Mendukung berbagai proses pengambilan keputusan
Dapat beradaptasi selamanya/fleksibel sehingga diperlukan pengambil keputusan yang reaktif
Mudah digunakan
Dapat meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan (akurasi, jangka waktu dan kualitas)
Pengambil keputusan punya kendali menyeluruh
Mengarah pada pembelajaran
Pengguna mampu menyusun sendiri sistem sederhana
Mendayagunkan pelbagai model baik standar/sesuai kebutuhan pengguna
Dilengkapi komponen knowledge untuk memberi solusi yang efektif dan efisien


Untuk mengetahui lebih jauh tentang SIRS PENDUKUNG KEPUTUSAN silahkan download disini

PENGEMBANGAN SIRS BERBASIS BALANCED SCORECARD (BSC)

0 komentar
KONSEP STRATEGI

Strategi adalah pola tindakan untuk mengerahkan dan mengarahkan seluruh sumber daya organisasi dalam mewujudkan visi organisasi
Strategi merupakan tindakan terpadu untuk membangun keunggulan kompetitif

STRATEGI

Grand strategy:
Growth strategy
Stability strategy
Retrenchment strategy
Generic strategy:
Differentiation strategy
Low-cost strategy
Quick respond strategy
Value-based strategy
Value propositions: cost, quality, speed, service, innovation

Hakikat Perencanaan strategik

Proses penerjemahan misi, visi, keyakinan dasar, nilai dasar, dan strategi ke dalam sasaran dan inisiatif strategik yang:
-komprehensif,
-koheren,
-terukur, dan
-seimbang


JADI
RS harus memiliki sistem untuk merumuskan misi, visi, keyakinan dasar, nilai dasar, dan strategi
Misi, visi, keyakinan dasar, nilai dasar, dan strategi organisasi harus senantiasa dipantau ketepatannya dengan lingkungan bisnis yang akan dimasuki oleh RS
Misi, visi, keyakinan dasar, nilai dasar, dan strategi RS harus difahami dengan baik rationale-nya
Misi, visi, keyakinan dasar, nilai dasar, dan strategi RS harus difahami fungsinya masing-masing dalam pengelolaan

TIPE PROGRAM

Non-profit program
Non-measurable profit program
Replacement program
Expansion program


MENGAPA PROGRAM DIGOLONGKAN KE DALAM EMPAT TIPE TERSEBUT?

Karena organisasi pada dasarnya merupakan institusi pencipta kekayaan; programming merupakan usaha untuk memastikan bahwa dalam jangka panjang organisasi mampu menciptakan kekayaan.
Penciptaan kekayaan hanya dapat diwujudkan melalui good planning; melalui perencanaan, seluruh personel taking charge dalam menciptakan masa depan mereka.
Hampir setiap program memerlukan investasi, dan semua investasi harus dapat ditutup kembali oleh arus kas masuk bersih (net cash inflows), sebanding dengan investasi yang akan dilakukan.

Untuk lebih jelasnya mengenai PENGEMBANGAN SIRS BERBASIS BALANCED SCORECARD (BSC) Silahkan download disini


Kamis, 10 Juni 2010

SISTEM INFORMASI KEUANGAN

0 komentar
Model Sistem Informasi Keuangan

Sistem Informasi Keuangan
Berisi 3 subsistem input dan 3 subsistem output
Informasi berbentuk laporan periodik, khusus, hasil simulasi matematika, komunikasi elektronik, dan saran dari sistem pakar

Perangkat Lunak Keuangan Siap Pakai

Banyak Perangkat Lunak Siap Pakai (prewritten application software)
Berupa paket pengolahan data (gaji, persediaan dan piutang)
Spreadsheet elektronik
Sistem perangkat lunak siap pakai memungkinkan RS mencapai sistem pengendalian keuangan dengan investasi tidak terlalu besar

Pentingnya data akuntansi
Catatan yang berhubungan dengan keuangan RS
Catatan dibuat untuk setiap transaksi (menjelaskan apa, kapan, siapa, berapa)
SIA merupakan satu-satunya komponen input yang terdapat pada seluruh sistem informasi fungsional.


Subsistem Audit Internal

Audit eksternal untuk mengaudit catatan akuntansi untuk menguji kebenaran
Audit internal melakukan analisis yang sama dengan audit eksternal tetapi mempunyai lingkup tanggung jawab yang lebih luas
Mempunyai kemampuan mengevaluasi dan mempengaruhi operasi RS secara independen dari sudut pandang keuangan
Auditor internal menawarkan obyektivitas.
Auditor internal bekerja dengan cara yang sama seperti analis sistem


Jenis-jenis Kegiatan Audit

Audit Keuangan (financial auditing): menguji akurasi catatan RS (dilakukan audit eksternal)
Audit Operasional (operational auditing): memeriksa efektivitas prosedur. Jenis pekerjaan yang dilakukan analisis sistem selama tahap analisis siklus hidup sistem.
EDP (electronic data processing) auditor

Audit operasional oleh auditor internal mencari tiga kemampuan dasar sistem:
Pengendalian yang memadai
Efisiensi
Ketaatan pada kebijakan RS
Audit Kesesuaian (concurent auditing)
Seperti audit operasional
Rancangan sistem Pengendalian Internal
Auditor internal berpartisipasi aktif dalam pengembangan sistem, karena
Biaya kesalahan sistem meningkat seiring berlangsungnya siklus hidup sistem
Auditor memberikan keahlian yang dapat meningkatkan kualitas sistem

Subsistem Intelijen Keuangan

Informasi Pemegang Saham
Laporan tahunan atau triwulan
Informasi Masyarakat Keuangan
Pengaruh Lingkungan pada Arus Uang
Lingkungan berpengaruh langsung atau tidak langsung pada arus uang melalui RS

Subsistem Peramalan

Peramalan (forecasting)
Semua peramalan merupakan proyeksi dari masa lalu
Tidak ada teknik peramalan yang sempurna
Peramalan jangka pendek dan jangka panjang: Peramalan jangka pendek dilakukan oleh area-area fungsional. Peramalan jangka panjang dilakukan oleh area selain pemasaran


Untuk lebih jelasnya tentangSISTEM INFORMASI KEUANGAN silahkan download disini


KONSEP SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT IDEAL

0 komentar
IDEAL:
Dinamis sesuai kebutuhan rumah sakit
Aman dalam pengelolaan data
Sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di Indonesia

Kebutuhan akan SIRS:

Kebutuhan pasien: pelayanan cepat dan nyaman dengan pendokumentasian data yang akurat
Kebutuhan rumah sakit: SI yang dapat menghandle semua transaksi dan pelaporan tepat waktu
Kemampuan pihak pengembang: mesti tahu betul dengan kondisi RS sehingga peran system analyst besar


Batasan SI yang diterapkan di RS:
Tidak menghilangkan fungsi dan peran dokter/perawat dalam pemeriksaan
Tidak mengurangi keotentikan berkas RM:
Berkas RM yang otentik terkait aspek hukum: Lembar ringkasan masuk-keluar/RMK, Lembar resume, Catatan perawat, Hasil pemeriksaan lab/radiologi, Lembar Inform consent, Laporan operasi

Kemampuan SIRS yang ideal:
Mengurangi beban kerja bagian RM dalam mengelola berkas RM
Mengurangi pemakaian kertas (Lembar RM yg tidak berhubungan dengan otentikasi/aspek hukum, Laporan unit pelayanan karena sudah terekam sistem, Rekap RL1-RL6 yang akan dikirim ke Dinkes)
Dapat berkomunikasi dengan sistem lain dlm pelayanan kesehatan misalnya melalui web service
Memberikan pelayanan yang real time


SISTEM INFORMASI DI RUMAH SAKIT MENCAKUP:


SI Rekam Medis Pasien:
SI administrasi pelayanan medis
SI klinis/medis
SI penunjang medis
SI lainnya:
SDM & penggajian
Pemasaran pelayanan medis
Stok obat & alkes
Survei kepuasan pelanggan

Untuk mengetahui lebih lengkapnya tentang KONSEP SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT IDEAL silahkan anda download disini









Senin, 07 Juni 2010

Hospital Integrated Information System

0 komentar
RUMAH SAKIT
Berdasarkan kepemilikan:
Pemerintah (propinsi/kabupaten/kota)
Swasta
BUMN
TNI/Polri
RUMAH SAKIT
Berdasarkan kelas:
Kelas A
Kelas B
Kelas C
Kelas D

RUMAH SAKIT
Berdasarkan jenis pelayanan:
Umum
Khusus: bersalin, jiwa, mata, paru-paru, dsb

RUMAH SAKIT
RS adalah suatu organisasi/lembaga yang padat SDM, padat modal, dan padat karya
Saat ini mengalami transformasi dari lembaga sosial ke lembaga sosio ekonomis
SIRS dibutuhkan untuk efisiensi dan efektivitas pelayanan RS
Bagaimana merealisasikan SIRS yang terintegrasi sehingga efisiensi dan efektivitas pelayanan RS tercapai?

SISTEM INFORMASI (SI)

Suatu cara tertentu untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan organisasi untuk beroperasi dengan cara yang sukses dan untuk organisasi bisnis dengan cara yang menguntungkan (Sabarguna)

ELEMEN SI:
HARDWARE
SOFTWARE
BASIS DATA
JARINGAN
KEBIJAKAN
SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT (SIRS)

Suatu tatanan yang berhubungan dengan pengumpulan data, pengelolaan data, penyajian informasi, analisis, penyimpulan, dan penyampaian informasi yang dibutuhkan untuk kegiatan RS (Sabarguna)

SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT (SIRS) DI INDONESIA
Keputusan Direktur Yanmed no: HK.00.05.1.4.5482 tentang Pedoman SIRS di Indonesia
Berupa sistem pelaporan di RS
Berlaku untuk semua jenis RS
Terdapat 9 formulir standar: RL1, RL2a/b/a1/b1/c, RL3, RL4, RL5

RL1: DATA KEGIATAN RS
Rawat inap, rawat jalan, GD, bedah n non bedah, kesehatan gigi, radiologi, pengujian kesehatan, rujukan, rehab medis, latihan kerja, KB, imunisasi, kesehatan jiwa
Dibuat tiap triwulan/ 3 bulan 1 x
Pengiriman laporan lengkap paling lambat tgl 15 bulan keempat
Laporan untuk: Depkes c.q Ditjen Yanmed, Dinkes propinsi/kota/kab, Pemda setempat, arsip RS

RL2a: DATA MORBIDITAS PASIEN RAWAT INAP
Kompilasi penyakit/morbiditas pasien irna
Dibuat tiap tahun/ 1 tahun 1 x
Pengiriman laporan lengkap paling lambat tgl 15 Januari
Laporan untuk: Depkes c.q Ditjen Yanmed, Dinkes propinsi/kota/kab, Pemda setempat, arsip RS

RL2b: DATA MORBIDITAS PASIEN RAWAT JALAN
Kompilasi penyakit/morbiditas pasien irja
Dibuat tiap tahun/ 1 tahun 1 x
Pengiriman laporan lengkap paling lambat tgl 15 Januari
Laporan untuk: Depkes c.q Ditjen Yanmed, Dinkes propinsi/kota/kab, Pemda setempat, arsip RS

RL2a1: DATA PENYAKIT KHUSUS PASIEN RAWAT INAP
Kompilasi penyakit khusus pasien irna
Dibuat tiap bulan/ 1 bulan 1 x
Pengiriman laporan lengkap paling lambat tgl 15 bulan berikutnya
Laporan untuk: kecuali ke Depkes

RL2b1: DATA PENYAKIT KHUSUS PASIEN RAWAT JALAN
Kompilasi penyakit khusus pasien irja
Dibuat tiap bulan/ 1 bulan 1 x
Pengiriman laporan lengkap paling lambat tgl 15 bulan berikutnya
Laporan untuk: kecuali ke Depkes


Untuk mengetahui tentang Hospital Integrated Information System lebih lanjutnya silahkan download disini



Jumat, 21 Mei 2010

PENGEMBANGAN PROGRAM SMART CARD PADA RUMAH SAKIT

2 komentar
PENGEMBANGAN PROGRAM SMART CARD PADA RUMAH SAKIT
M.Alfi.M (09061003027)

Program Studi Sistem Informasi
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriiwijaya



Pendahuluan
Smart card merupakan aplikasi Teknologi yang menerapkan langsung keunggulan yang dimiliki oleh chip semikonduktor, dalam hal kecilnya ukuran dan kepadatan data yang dimilikinya.
Tujuan
Sistem ini bertujuan untuk memudahkan kelancaran administrasi rumah sakit dalam proses pemeriksaan pasien. Di samping itu memberi keuntungan bagi pasien rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan dengan data yang berkesinambungan pada rumah sakit yang dirujuk.
Gambaran Situasi
Selama ini, penggunaan smart card dalam kehidupan masyarakat di Indonesia masih sangat terbatas. Sebagai contoh yang sudah ada yaitu pengembangan pada aplikasi layanan Bank (BII) ataupun pada kartu identitas / media akses ruangan oleh beberapa perusahaan tertentu. Kalau melihat ke negara lain seperti Singapura, penggunaan smart card dalam bentuk cahscard sudah digunakan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, yaitu pada penggunaan di Electronic Road Pricing (ERP) atau pada KTP multiguna di Malaysia.
Analisis Masalah
a. Masalah yang ada
Pertama-tama jika kita telah mengenai kesulitan atau permasalahan yang dihadapi pada sistem yang sudah ada sekarang ini, beberapa poinnya adalah sebagai berikut :
1. Tidak adanya sistem pengecekan pasien pada saat pasien mendaftar, sehingga memungkinkan terjadinya kekeliruan atau kecurangan baik yang dilakukan sengaja ataupun tidak.
2. Pemasukan data-data yang masih manual, sehingga merupakan faktor yang memperlambat
kesalahan alam pemasukan data-data serta kehilangan data lebih besar.
3. Sistem pengecekan kamar inap yang masih manual sehingga dapat memperlambat penyampaian informasi dan informasi yang didapat menjadi kurang akurat.
4. Penyimpanan catatan medik yang belum terkomputerisasi yang belum mengakomodasi kebutuhan dokter untuk mengetahui riwayat penyakit pasien secara mudah, cepat dan sistematis.
5. Proses perhitungan transaksi keuangan masih dilakukan secara manual akibatnya sering terjadi kesalahan dalam perhitungan atau kehilangan data yang dapat mengurangi pendapatan rumah sakit.
6. Laporan yang dihasilkan kurang memadai sehingga informasi yang dihasilkan belum dapat membantu pihak manajemen dalam pengambilan keputusan, dan menyusun rencana untuk waktu yang akan datang.
b.Pemecahan Masalah
Di mana dalam sistem aplikasi smart card untuk rumah sakit pada studi kali ini memiliki
kemampuan yang lebih baik dalam hal-hal tersebut seperti di bawah ini.
1. Menyediakan sistem validasi pasien yang memungkinkan untuk melakukan pengecekan pasien saat pasien mendaftar, sehingga dapat memperkecil terjadinya kekeliruan atau kecurangan.
2. Menyediakan sistem terkomputerisasi pada bagian pendaftaran. Pada saat pasien datang, data pasien dapat disimpan langsung ke dalam komputer. Hal ini untuk menghindari kehilangan data serta mempercepat proses pendaftaran sehingga pelayanan kepada pasien menjadi cepat.
3. Menyediakan fasilitas pengecekan persediaan kamar inap secara otomatis yang terkomputerisasi pada bagian pendaftaran sehingga bagian pendaftaran dapat memberikan informasi kamar kepada pasien secara tepat dan akurat.
4. Membuat sistem terkomputerisasi untuk catatan medik agar mempermudah dokter mengetahui riwayat kesehatan pasien. Dengan mengetahui riwayat kesehatan pasien, diharapkan dokter dapat mengambil langkah-langkah yang cepat dan tepat dalam penanganan pasien.
5. Perhitungan transaksi dilakukan secara otomatis dan terkomputerisasi, sehingga mempermudah dalam perhitungan serta hasil yang didapat lebih akurat. Hal ini diharapkan dapat menghindari terjadinya penyimpangan data.
6. Pada sistem yang dirancang ini menghasilkan informasi antara lain :
• Laporan rumah sakit
• Laporan pendapatan keseluruhan rumah sakit






Untuk selengkapnya silahkan anda download disini





Kamis, 20 Mei 2010

Perancangan dan Implementasi Medical Record Pasien Pada RSUD Moh. Husien Palembang

0 komentar
BAB III
ANALISIS DAN PERANCANGAN


3.1 Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak
Pada tahap analisis ini menjelaskan bagaimana Perancangan dan Implementasi Medical Record Pasien Pada RSUD Moh. Husien Palembang Berbasis Intranet. Rumah Sakit harus merumuskan kebijakan-kebijakan strategis antara lain efisiensi dari dalam (organisasi, manajemen, serta SDM) serta harus mampu secara cepat dan tepat mengambil keputusan untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.Administrasi konvensional menunjukan banyaknya kehilangan waktu dan kesempatan memperoleh laba akibat dari lemahnya koordinasi antar departemen maupun kurangnya dukungan informasi yang cepat, tepat, akurat, dan terintegrasi. Seiring dengan kemajuan teknologi, pengaruh globalisasi, tingkat persaingan yang semakin tinggi dan perilaku pasien yang semakin jeli dan kritis dalam memilih pelayanan kesehatan menjadi pemicu Rumah Sakit untuk selalu memberikan pelayanan yang optimal.
Perancangan dan implementasi medical record pasien merupakan sarana pendukung yang sangat penting, bahkan bisa dikatakan mutlak untuk operasional Rumah Sakit khususnya di pelayanan bagian kebidanan. Perancangan dan implementasi medical record pasien merupakan sebuah aplikasi yang dirancang untuk untuk pelayanan pasien sehingga akan memudahkan mereka dalam menjalankan operasional kerja sehari-hari. Dan untuk kedepannya, diharapkan agar Perancangan dan implementasi medical record pasien dapat sangat membantu kinerja Rumah Sakit.
3.2 Kebutuhan Sistem
Kebutuhan sistem yang digunakan dalam Perancangan dan Implementasi Medical Record Pasien Pada RSUD Moh. Husien Palembang Berbasis Intranet dengan Hypertext Preprocessor (PHP) yang digunakan meliputi alat serta bahan–bahan penunjang lainnya.
1. Alat yaitu :
1. Processor Intel Core 2 Duo
2. RAM 1 GB
3. Hardisk 80 GB
4. Monitor SVGA Color
5. CDRW Room 52 x
6. Printer
7. USB Flashdisk
8. Keyboard
9. Mouse
2. Bahan Yaitu :
1. Microsoft Windows XP atau sesuai dengan kebutuhan.
2. PHP
3. MySQL
4. Macromedia Dreamweaver MX 2004
5. Microsoft Word XP
6. Microsoft Power Point.

3.3 Perancangan Sistem
Pada Perancangan dan Implementasi Medical Record Pasien Pada RSUD Moh. Husien Palembang Berbasis Intranet yang terdiri dari diagram kontek, diagram level 0, diagram level 1, Entity Relationship Diagram (ERD), rancangan tabel dan antarmuka program dapat dijelaskan seperti dibawah ini.
3.31. Diagram Konteks
Diagram konteks merupakan panduan dasar didalam perancangan sebuah sistem yang akan dibangun. Dalam sebuah diagram konteks terdiri dari atribut, arus data, dan proses. Untuk membangun Sistem dibutuhkan 4 Atribut, 7 arus data, dan sebuah proses utama. Atribut terdiri dari atribut pasien, dokter, administrasi, dan direktur, adapun gambar Diagram Konteks adalah sebagai berikut :





Gambar 3.1 Konteks




3.3.2. DFD Level 0
Diagram Level 0 merupakan pengembangan dari diagram konteks yang terdiri dari 4 atribut, 7 arus data, dan sebuah proses utama. Atribut pasien akan mengisi data pasien, mendapatkan Info pasien, atribut dokter mengisi data dokter dan mendapatkan info dokter. Atribut administrasi mengisi data rawat inap, data obat, data laboratorium, data diagnosa, atribut direktur mendapatkan laporan pasien, laporan rawat inap, laporan obat, laporan laboratorium, laporan diagnosa adapun gambar Diagram Level 0 sebagai berikut.



Untuk lebih lengkapnya tentang Perancangan dan Implementasi Medical Record Pasien Pada RSUD Moh. Husien Palembang silahkan download disini


Blog Teman - Teman

KURS MATA UANG

Semua Ada Disini

Entri Populer

Tampilan Posting


Masukkan Code ini K1-AB9115-7
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Total Pengunjung

free counter

Harga dari sebuah Blog


This website is worth

What is your website worth?

Klik Disini

 

Sistem Informasi. Copyright 2010 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com