KenariMall.com

Sabtu, 31 Oktober 2009

deadlock

1 komentar
Deadlock Deadly Embrace
Deskripsi:
Dua atau lebih proses dikatakan berada dalam kondisi deadlock, bila setiap proses yang ada menunggu suatu kejadian yang hanya dapat dilakukan oleh proses lain dalam himpunan tersebut.

Contoh : (ilustrasi dipersimpangan jalan)
Terdapat satu jalur pada jalan.
Mobil digambarkan sebagai proses yang sedang menuju sumber daya.
Untuk mengatasinya beberapa mobil harus preempt (mundur).
Sangat memungkinkan untuk terjadinya starvation (kondisi proses tak akan mendapatkan sumber daya).

Resources-Allocation Graph :
Sebuah cara visual (matematika) untuk menentukan apakah ada deadlock, atau kemungkinan terjadinya.

G = (V, E) Graf berisi node and edge. Node V terdiri dari proses-proses = {P1, P2, P3, ...} dan jenis resource. {R1, R2, ...} Edge E adalah (Pi, Rj) atau (Ri, Pj)

Sebuah panah dari process ke resource menandakan proses meminta resource. Sebuah panah dari resource ke process menunjukkan sebuah instance dari resource telah ditempatkan ke proses.

Process adalah lingkaran, resource adalah kotak; titik-titik merepresentasikan jumlah instance dari resource Dalam tipe. Meminta poin-poin ke kotak, perintah datang dari titik.
Gambar Graph. Sumber:
JIKA MEMBENTUK LINGKARAN, MAKA:
jika tipe resource memiliki banyak instance, maka deadlock DAPAT ada.

jika setiap tipe resource mempunyai satu instance, maka deadlock telah terjadi.
EMPAT PENYEBAB TERJADINYA DEADLOCK (COFFMAN):
Mutual Exclusion
Suatu kondisi dimana setiap sumber daya diberikan tepat pada satu proses pada suatu waktu.

Hold and Wait
Kondisi yang menyatakan proses-proses yang sedang memakai suatu sumber daya dapat meminta sumber daya yang lain.

Non-pre-emptive
Kondisi dimana suatu sumber daya yang sedang berada pada suatu proses tidak dapat diambil secara paksa dari proses tersebut,sampai proses itu melepaskannya.

Circular Wait
Kondisi yang menyatakan bahwa adanya rantai saling meminta sumber daya yang dimiliki oleh suatu proses oleh proses lainnya.
Metode untuk mengatasi deadlock , :
Strategi Ostrich
Mencegah Deadlock
Menghindari Deadlock
Mendeteksi Deadlock dan Memulihkan Deadlock

STRATEGI MENGHADAPI DEADLOCK , YAITU:
Mengabaikan adanya deadlock (Strategi Ostrich).

Memastikan bahwa deadlock tidak akan pernah ada, baik dengan metode Pencegahan, dengan mencegah empat kondisi deadlock agar tidak akan pernah terjadi.

Metode Menghindari deadlock, yaitu mengizinkan empat kondisi deadlock, tetapi menghentikan setiap proses yang kemungkinan mencapai deadlock.

Membiarkan deadlock untuk terjadi, pendekatan ini membutuhkan dua metode yang saling mendukung, yaitu:
Pendeteksian deadlock, untuk mengidentifikasi ketika deadlock terjadi.
Pemulihan deadlock, mengembalikan kembali sumber daya yang dibutuhkan pada proses yang memintanya.


untuk lebih lengkapnya silahkan download di menu atas atau disini..

monitoring dan evaluasi proyek

0 komentar
MONITORING DAN EVALUASI PROYEK
Pengertian
Monitoring adalah proses pengumpulan dan analisis informasi (berdasarkan indikator yg ditetapkan) secara sistematis dan kontinu tentang kegiatan program/proyek sehingga dapat dilakukan tindakan koreksi untuk penyempurnaan program/proyek itu selanjutnya.

Evaluasi adalah proses penilaian pencapaian tujuan dan pengungkapan masalah kinerja program/proyek untuk memberikan umpan balik bagi peningkatan kualitas kinerja program/proyek.

Tujuan Monitoring
1.  mengkaji apakah kegiatan-kegiatan yang
dilaksanakan telah sesuai dengan rencana
2.  mengidentifikasi masalah yang timbul agar langsung dapat diatasi
3. melakukan penilaian apakah pola kerja dan manajemen yang digunakan sudah tepat untuk mencapai tujuan proyek.
4.  mengetahui kaitan antara kegiatan dengan tujuan untuk memperoleh ukuran kemajuan,
5.  menyesuaikan kegiatan dengan lingkungan yang berubah, tanpa menyimpang dari tujuan.

Pertanyaan kunci monitoring

1.      Masalah—masalah apa yang timbul ?
2.      Apakah proyek berjalan sesuai jadwal ?
Apakah proyek menghasilkan Output yang direncanakan ?
4.      Apakah anggarannya sesuai dengan rencana ?
5.     Apakah strateginya berjalan sesuai dengan rencana?
6.   Apakah kelompok sasaran (target group) terlibat dalam aktivitas proyek ?

Manfaat monitoring

Bagi pihak Penanggung Jawab Program (pemilik) : 
Salah satu fungsi manajemen yaitu pengendalian atau supervisi.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban (akuntabilitas) kinerja
Untuk meyakinkan pihak-pihak yang berkepentingan
Membantu penentuan langkah-langkah yang berkaitan dengan kegiatan proyek selanjutnya.
Sebagai dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi selanjutnya.



Apa itu evaluasi?


Jenis evaluasi
1.   Evaluasi awal kegiatan, yaitu penilaian terhadap kesiapan proyek atau mendeteksi kelayakan proyek.

2.   Evaluasi formatif, yaitu penilaian terhadap hasil-hasil yang telah dicapai selama proses kegiatan proyek dilaksanakan. Waktu pelaksanaan dilaksanakan secara rutin (per bulan, triwulan, semester dan atau tahunan) sesuai dengan kebutuhan informasi hasil penilaian.

3.   Evaluasi sumatif, yaitu penilaian hasil-hasil yang telah dicapai secara keseluruhan dari awal kegiatan sampai akhir kegiatan. Waktu pelaksanaan pada saat akhir proyek sesuai dengan jangka waktu proyek dilaksanakan. Untuk proyek yang memiliki jangka waktu enam bulan, maka evaluasi sumatif dilaksanakan menjelang akhir bulan keenam. Untuk evaluasi yang menilai dampak proyek, dapat dilaksanakan setelah proyek berakhir dan diperhitungkan dampaknya sudah terlihat nyata.
 

Formative evaluation:
Summative evaluation:
So, what’s impact evaluation?
Dampak adalah gambaran nilai suatu program terhadap orang dan masyarakat. Biasanya, dampak mengacu pada manfaat jangka panjang terhadap masyarakat.
Misalnya, peningkatan pengetahuan, efisiensi produksi, peningkatan lingkungan hidup, keuntungan finansial, dll.

Evaluasi dampak: membahas efek dari sebuah kebijakan secara keseluruhan atau proses pengimplementasiannya ( Wayne Parsons, 2005).

Studi ini melihat pada aspek dampak (outcome) tertentu dari sebuah produk (output) kebijakan. Produk/hasil kebijakan (policy output) tentu saja berbeda dengan dampak kebijakan (policy impact). Output kebijakan adalah produk dan implementasi kebijakan. Sedangkan dampak (outcome/impact) dari sebuah kebijakan merupakan efek kebijakan dalam konteks yang sesungguhnya.
Contoh : peningkatan mutu pelayanan pendidikan di sekolah merupakan efek dari kebijakan pendidikan yang dilakukan pemerintah.


Indikator program berbasis masyarakat
1. Goals
Kualitas hidup
Keberdayaan masyarakat (aktualisasi diri dan koaktualisasi eksistensi komunitas)
Kemandirian masyarakat
Ketahanan masyarakat
2. Outcomes
- Apresiasi (kesadaran, tanggung jawab & peran aktif)
- Pemanfaatan sumber sosial berkelanjutan
- Mekanisme penanganan & pencegahan oleh masyarakat
3. Outputs
- Pengendalian (bobot dan pertumbuhan) masalah sosial
- Peningkatan cakupan pelayanan (coverage rate)
- Derajat penggunaan potensi dan sumber masyarakat
- Peran aktif masyarakat



untuk mendownloadnya silahakan download di menu atas atas di
Sini..

TERM OF REFERENCE (TOR)

4 komentar
TERM OF REFERENCE (TOR)
DESKRIPSI
Merupakan Kerangka Acuan yang berisikan pernyataan kebutuhan pekerjaan suatu proyek

Digunakan sebagai pedoman pelaksanaan pengerjaan proyek
Contoh Lay Out TOR
Latar Belakang
Tujuan
Sasaran/manfaat (Dampak dari hasil pekerjaan)
Lingkup Kegiatan
Waktu dan Jadwal Kegiatan
Kerangka Pikir
Metode (cara) yang digunakan
Analisis Data
OutLine Pelaporan

TOR (1): LT BELAKANG, TUJUAN, RUANG LINGKUP & KERANGKA PIKIR
JELAS
LOGIS
SINGKAT
LENGKAP
TERARAH
BERHUBUNGAN

TOR (2): METODE (CARA)
BIASANYA GUNAKAN BEBERAPA CARA YG SALING MENUNJANG SATU DNG YG LAIN

YANG UMUM
1. TELAAH INFORMASI YANG ADA,
TERMASUK DATA SEKUNDER
2. OBSERVASI
3. SURVEI CEPAT
4. WAWANCARA MENDALAM
5. DISKUSI KELOMPOK
6. DSB
TOR (3): WAKTU & JADWAL
MASALAH SEDERHANA, TAPI HARUS DIPERHITUNGKAN DGN SEKSAMA

PERHATIKAN HARI LIBUR, ATUR-AN STEMPAT, BEDA WAKTU, JARAK, TRANSPORTASI, MUSIM, DLL

BIASANYA KURANG ATAU MAKSIMAL UTK 6 BULAN SAMPAI SELESAI LAPORAN DAN PRESENTASI

HARUS BETUL-BETUL DISEPAKATI DAN DIIKUTI
TOR (4): ANALISIS & PELAPORAN
ANALISIS HARUS SUDAH JELAS UTK TIAP INSTRUMEN DAN KESELURUHAN DATA

PELAPORAN HRS FOKUS PD TOR & HASIL-HASIL ANALISIS

IMPLIKASI KBIJAKAN DR HASIL ASSESSMENT HRS JELAS

LAPORAN BERUPA LAPORAN LENGKAP DAN POLICY PAPER

PRESENTASI HARUS TERFOKUS DAN MEYAKINKAN


untuk mendownloadnya bisa di dapat dimenu atas atau di
sini..

LAPORAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN FAKULTAS FKIP UNIVERSITAS SRIWIJAYA

0 komentar
LAPORAN
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN FAKULTAS FKIP
UNIVERSITAS SRIWIJAYA






DISUSUN OLEH :


1. Ali Bardadi (09061003010)
2. Arie Adriansyah (09061003031)
3. Elvin Stiawan (09061003021)




FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN AJARAN
2008 / 2009







ABSTRAK


Laporan mengenai Rancang Bangun Sistem iInfprmasi Perpustakaan Fakultas FKIP Universitas Sriwijaya” ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat agar mahasiswa jurusan system onformasi fakultas ilmu komputr dapat mengikuti ujian akhir semester (UAS).
Dalam menyelesaikan laporan ini penulis mengumpulkan data melalui observasi dan interview secara langsung serta riset kepustakaan. Penulis juga dapat mengetahui data buku apa saja yang terdapat di perpustakaan FKIP universitas sriwijaya ini
Setelah melakukan observasi lapangan dan interview secara langsung, penulis mengetahui bahwa buku-buku yang ter dapat di perpustakaan Fasilkom Unsri ini terdiri dari beberapa buku penunjang perkuliahan, seperti:
2. Bahasa Indonesia
3. Bahasa Inggris
4. Pendidikan
5. Matematika
6. Kimia
7. Ilmu Sosial
8. Akutansi
9. Agama
10. Biologi
11. Fisika
12. Olah raga
13. Ekonomi dan
14. Jurnal



mau lihat lebih lengkap Laporan ini download aj di link menu di atau download disini..


Laporan Kerja Praktek :Analisis dan Desain Sistem Registrasi Pasien Jamkesmas Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Lahat

9 komentar

LAPORAN KERJA PRAKTEK

ANALISIS DAN DESAIN SISTEM REGISTRASI PASIEN
JAMKESMAS RAWAT JALAN
PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
LAHAT







Oleh :

M. ALFI. M 09061003027






PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
AGUSTUS 2009





DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL…………………………………….......…………...…….i
HALAMAN PENGESAHAN …………………………………………..……..ii
HALAMAN PENGESAHAN RS ………………………...…… ……………..iii
KATA PENGANTAR…………………………………………………….……iv
DAFTAR ISI……………………………………………………………….…..vi
DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………………. ….x
BAB I PENDAHULUAN………………………………...………...……….1
1.1 Latar Belakang…………..….………………………...…….. ..1
1.2 Tujuan……………………..………………………… ………2
1.3 Manfaat………………………………………………..……… 3
1.4 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kerja Praktek.…..………….. 4
BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN…………..………………. 5
2.1 Sejarah Singkat Rumah Sakit Umum Lahat………..…………5
2.2 Visi, Misi, Tujuan dan
Motto Rumah Sakit Umum Daerah Lahat …………………....5
2.2.1 VISI...……………………………………………..5
2.2.2 MISI………………………………………………6
2.2.3 Tujuan………………………...…………………..6
2.2.4 Motto…………………...…………………………6
2.3 Struktur Organisasi dan Uraian Tugas...………………………7
2.4 Pengertian-pengertian dalam Rumah Sakit Umum Lahat…....54
BAB III PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK…….……………………….56
3.1 Laporan Kegiatan Selama KP...………………………………56
3.2 Analisis Masalah.……………………………………………..57
3.2.1 Domain Masalah.………………………………...57
3.2.2 Proses Bisnis……………………………………..59
BAB IV USULAN SISTEM…………………………………………………..64
4.1 Tujuan Pengembangan Sistem……………………..…………64
4.2 Analisis Kebutuhan…………………..……………………….65
4.2.1 Masalah yang dihadapi bagian Pengendali Askin..65
4.2.2 Kebutuhan Sistem………………………………..66
4.3 Perancangan Logika / obyek………………………..………...67
4.3.1 Pemodelan Data……………………………….....67
4.3.2 Pemodelan Proses………………………………..68
4.3.3 Decompotition Diagram………………………....71
4.3.4 Desain Sistem…..………………………………..72
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN……………..……………………….73
5.1 Kesimpulan……………………..………………...73
5.2 Saran………………………………..…………….73
DAFTAR PUSTAKA………………..…………………………………………74
LAMPIRAN………………………….………………………………………...75



Untuk Dapat melihat laporan kerja praktek Saya Silahkan Download Lengkap Link di Menu atas atau Silahkan Download disini


Rabu, 21 Oktober 2009

Sarbanes Oxley

0 komentar

Sarbanes Oxley






Dibuat Oleh : M ALFI M (09061003027)




FAKULTAS ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

PALEMBANG

2009





Sarbanes-Oxley Act (Pub. L. No. 107-204, 116 Stat 745) adalah sebuah landasan hukum yang disahkan pada 23 Januari 2002 oleh kongres Amerika Serikat. Undang-undang ini dikenal sebagai Public Company Accounting Reform and Investor Protection Act of 2002 atau undang-undang perlindungan investor dan pengaturan akuntansi perusahaan publik yang seringkali disebut SOX atau Sarbox. Pada Gambar II-1 terlihat bahwa SOX lahir sebagai bentuk tindakan penanggulangan pemerintah Amerika Serikat terhadap sejumlah skandal yang menimbulkan krisis kepercayaan para investor. Untuk selengkapnya Silahkan download di Menu Download di atas.atau download diSini..


Senin, 19 Oktober 2009

IT-IL 2

0 komentar
IT-IL
Kelompok
M Alfi M
Pita Rosemari
Agus Alfian Rahmad
Kiki Dwi P
Agung Setyanto P
1. CONFIGURATION MANAGEMENT
Manajemen konfigurasi yang terdiri dari 4 task (identifikasi, kontrol, status, verifikasi) adalah penerapan suatu database
(disebut sebagai configuration management database -
CMDB) yang berisi detil dari elemen-elemen dalam suatu
perusahaan yang digunakan dalam mengatur IT Service.
2. INCIDENT MANAGEMENT
Tujuan utama dari Incident Management adalah membantu organisasi untuk membangun kembali layanan senormal dan secepat mungkin dan meminimumkan gangguan kepada semua kegiatan IT dalam Organisani. Dalam hal ini Service Desk memainkan suatu peran kunci di Proses
manajemen Incident
3. PROBLEM MANAGEMENT
Adalah sebuah penanganan dan pencegahan suatu kejadian / masalah yang akan mempengaruhi IT Service suatu organisasi. Hal ini meliputi memastikan bahwa suatu masalah diperbaiki, mencegah terjadinya kembali masalah yang sama, dan melakukan perawatan dan pencegahan untuk mengurangi masalah-masalah ini muncul pada saat pertama kali.
4. CHANGE MANAGEMENT
Adalah suatu praktik yang memastikan bahwa semua perubahan terhadap configuration items (CMDB) tercatat, terencana dan disetujui. Hal ini meliputi :
· Memastikan bahwa ada suatu alasan yang terkait dengan bisnis pada setiap perubahan·
Identifikasi spesifik item-item dan IT services yang akan terpengaruh oleh perubahan yang akan dilakukan.
· Merencanakan perubahan
Melakukan pengetesan dari perubahan yang dilakukan
Mempunyai rencana cadangan jika perubahan yang dilakukan tidak berhasil atau tidak sesuai harapan.
5. SERVICE DESK
Service desk mempunyai peranan penting dalam IT services. Service Desk merupakan kontak pertama pelaku bisnis yang memanfaatkan IT services, jika terjadi sesuatu dengan IT services yang tidak mereka harapkan. Service Desk merupakan "pintu" komunikasi utama bagi end user jika membutuhkan bantuan. Tanpa service desk, suatu perusahaan mungkin akan menghadapi ketidak efisiensian.
Task dalam service desk antara lain: menerima incident,mencatat incident, klasifikasi incident berdasar prioritas,
klasifikasi dan eskalasi, pecarian solusi, memberikan informasi kepada end user mengenai proses yang
berlangsung, menangani komunikasi dengan proses ITIL
yang lain, pelaporan ke manajemen, manajer proses
dan kustomer terkait dengan performa service desk.
6. RELEASE MANAGEMENT
Ini adalah pengaturan semua konfigurasi software yang ada dalam perusahaan. task ini bertanggung jawab terhadap pengaturan software development, instalasi, dan dukungan dari pembuat software.
ITIL Service Delivery
1. Service Level Management
2. Availability Management
3. Capacity Management
4. Continuity Management
5. Financial Management
1. Service Level Management
Service Level Management menyediakan suatu mekanisme untuk meluruskan layanan TI dengan kebutuhan perusahaan dan juga menyediakan susunan kerangka tentang bagaimana cara pelanggan dan penyedia layanan TI dengan mendiskusikan serta menkaji layanan agar terlayani dengan baik.
2. Availability Management
Tujuan Availability Management harus memastikan bahwa layanan TI adalah tersedia kepada para pemakai ketika mereka memerlukan layanan tersebut. Ketersediaan layanan dihitung dan dilaporkan berbasarkan prosentase jam kerja di mana layanan tersebut tersedia
3. Capacity Management
Aktivitas-aktivitas Capacity Management meliputi perencanaan, ukuran, dan mengontrol kapasitas sebagai solusi layanan untuk memuaskan permintaan pemakai di dalam meningkatkan kinerja didalam SLA . Ini memerlukan koleksi informasi tentang skenario pemakaian, pola, dan karakteristik beban maksimum dari solusi layanan, demikian pula persyaratan kinerja menyatakan. Aktivitas aktivitas pengumpulan data ini adalah tercakup di Proses Capacity Management
4. Continuity Management
Continuity Management IT Service, juga dikenal sebagai manajemen ketidaktentuan, memfokuskan pada meminimumkan gangguan kepada perusahan yang disebabkan oleh kegagalan sistem kritis untuk mencapai misi. Proses ini berhubungan dengan perencanaan untuk mengatasi dan memulihkan dari satu bencana/kecelakaan TI.
5. Financial Management
Proses Manajemen keuangan memperkenalkan konsep dari Budgeting, Akuntansi dan Charging untuk IT Delivery Service kepada pelanggan. Budgeting dan Accounting mencakup pemahaman biaya untuk menyediakan berbagai layanan. Manajemen keuangan memastikan dimana layanan TI apapun keperluan biaya diusulkan disetujuai berdasarkan dan budget yang ada. Aktivitas-aktivitas dilakukan dalam fungsi meliputi beberapa
standar akuntansi praktek seperti penganggaran, alokasi biaya, dan hal lainnya.


IT - IL

0 komentar
IT - IL
Nama : M Alfi M


ITIL
ITIL (Information Technology Infrastructure Library) merupakan suatu
framework yang konsisten dan komprehensif dari hasil penerapan yang teruji
pada manajemen pelayanan teknologi informasi sehingga suatu
perusahaan dapat mencapai kualitas dukungan layanan yang diinginkan.
Program ini ditujukan khusus untuk Chief Information Officer.


ITIL mencakup delapan kumpulan, yaitu service support, service delivery, rencana pengembangan
service management , ICT inf rast ruktur
management, application management, business
perspective, security management, dan software
asset management.

Dua di antaranya, yaitu service
support dan service delivery merupakan area utama,
yang disebut juga IT Service Management (ITSM).

Secara bersama-sama, dua area ini mengandung
beberapa disiplin yang bertanggung jawab untuk
penentuan dan manajemen pelayanan Teknologi
Informasi (TI) yang efektif.
Tujuan utama dari penerapan ITIL/SM ini
Sebagai jembatan antara pihak manajemen dan divisi TI agar keduanya
bisa berkomunikasi lebih efektif dan efisien. Sering terjadi, fokus bisnis dan
fokus TI berjalan sendiri-sendiri sehingga perusahaan tidak bisa
memanfaatkan inf rast ruktur TI yang ada dengan opt imal .

J ika ki ta kenal SLA
( S e r v i c e L e v e l
Agreement ) sebagai
bentuk perjanjian layanan dari suatu IT provider kepada
pelanggan, didalam perusahaan kita juga akan kenal
OLA (Operational Level Agreement) yang merupakan
perjanjian layanan dari suatu divisi TI kepada
pelanggan/pengguna internal.

Divisi TI bisa memberikan
layanan secara professional, efeknya mereka juga bisa
merupakan bagian dari bisnis itu sendiri. TI harus bisa
menjadi enabler (pemampu) bukan hanya sebagai tool
(alat bantu) dalam suatu bisnis.

Objectives
Training ini akan memberikan gambaran proses utama dari Information Technology Service Management,
sehingga selepas training ini peserta diharapkan mampu untuk :
1. Memberikan Pemahaman tentang IT Service
2. Memberikan Pemahaman tentang Service Catalog
3. Memberikan pemahaman implementasi SLM (Service Level Management)
4. Memberikan pemahaman tentang pengembangan Service Catalog yang berfokus pada kebutuhan bisnis.
5. Memberikan pemahaman tentang Pendekatan Step-by-Step kesuksesan IT melalui pengelolaan Service
Catalog.
Process Management
Layanan IT Proses manajemen membantu organisasi
untuk meluruskan orang, proses, dan teknologi melalui
penggunaan Information Technology Infrastructure
Library® (ITIL) untuk membuat model sebagai
pedoman seorang IT Support berupa instruksi
pekerjaan secara detail tentang bagaimana cara untuk
menjalankan pekerjannya.
Process Management
Tujuan model untuk menghilangkan perbedaan antara
petunjuk ITIL dan aplikasi manajemen layanan anda,
itu memungkinkan anda untuk mempersingkat periode
waktu implementasi , mengurangi biaya, dan meng-
el iminasi faktor-faktor resiko utama yang
berhubungan dengan implementasi manajemen
layanan
ITIL Service Support
Service support adalah suatu penerapan disiplin yang
memungkinkan tersedianya pelayanan TI. Tanpa disiplin
ini, teknologi informasi hampir tidak mungkin
menyediakan pelayanan TI yang baik, dan tidak dapat
terkelola dengan baik.

Disiplin service support yaitu:
1. Configuration management
2. Incident Management
3. Problem management
4. Change management
5. Service/help desk
6. Release management


Sejarah dan Perkembangan Etika Profesi

0 komentar
Etika Profesi di Bidang IT
Etika Profesi di bidang IT  Etika Komputer


Sejarah Etika Komputer
Era 1940 – 1950an
Norbert Wiener
PD II  penelitian di bidang etika dan teknologi yang memunculkan cybernetics atau the science of information feedback systems.
1948  Buku Cybernetics : Control and Communication in the Animal and the Machine
(teknologi mampu memberikan “kebaikan” sekaligus “malapetaka”)
1950  Buku The Human Use of Human Beings
(beberapa bagian pokok hidup manusia, prinsip hukum dan etika di bidang komputer).
Sejarah Etika Komputer
Era 1940 – 1950an (lanjutan….)
Dasar-dasar etika yang diberikan Wiener masih diabaikan…
Sejarah Etika Komputer
Era 1960an
Donn Parker dari SRI International Menlo Park California  riset untuk menguji penggunaan komputer yang tidak sah dan tidak sesuai dengan profesionalisme di bidang komputer.
Buku “Rules of Ethics in Information Processing”
1968  pengembangan Kode Etik Profesional pertama yang dilakukan untuk Association of Computing Machinery (ACM)

Belum adanya suatu kerangka teoritis umum mengenai etika
Sejarah Etika Komputer
Era 1970an
Joseph Weizenaum, menciptakan suatu program ‘ELIZA’  tiruan dari “Psychotherapist Rogerian’ yang melakukan wawancara dengan pasien  Bukti bahwa komputer akan segera mengotomasi psikoterapi.
1976  Buku “Computer Power and Human Reason (hubungan antara manusia dengan mesin)
Walter Maner  kursus eksperimental mengenai “computer ethics” di tingkat universitas (1970 sampai pertengahan 1980)
1978  Buku “Starter Kit in Computer Ethics”  material kurikulum dalam pengembangan pendidikan etika komputer di universitas
Sejarah Etika Komputer
Era 1980an
Pembahasan computer-enabled crime atau kejahatan komputer, masalah yang disebabkan kegagalan sistem komputer, invasi keleluasaan pribadi melalui database komputer dan perkara pengadilan mengenai kepemilikan perangkat lunak.
Etika komputer  suatu disiplin ilmu
Pertengahan 80an  James Moor  artikel “What is Computer Ethics?”
Deborah Johnson  buku teks “Computer Ethics”

Sejarah Etika Komputer
Era 1990an - sekarang
Donald Gotterban, Keith Miller, Simon Rogerson, Dianne Martin
Etika Komputer menjadi salah satu bidang ilmu utama pada banyak riset dan perguruan tinggi di dunia yang akan terus dikembangkan mengikuti perkembangan komputer itu sendiri.
Etika Komputer di Indonesia
Pemikiran tentang etika komputer diadopsi menjadi kurikulum wajib di hampir semua perguruan tinggi di bidang komputer di Indonesia.
Etika Komputer dimasukkan pada bidang studi yang relevan
Pandangan dalam Cakupan Etika Komputer
Masalah  bagaimana teknologi komputer harus digunakan
Etika Komputer  menentukan apa yag harus kita lakukan

Isu-Isu Pokok Etika Komputer
Kejahatan Komputer
Cyber Ethics
E-commerce
Pelanggaran Hak atas Kekayaan Intelektual
Tanggung Jawab Profesi
Kejahatan Komputer
Kejahatan yang ditimbulkan karena penggunaan komputer secara ilegal (Andi Hamzah, 1998).
Contoh -> penyebaran virus, spam email, carding.
Cyber Ethics
Internet sebagai perkembangan di bidang komputer  berkomunikasi secara langsung  peluang baru untuk berbisnis
Permasalahan : pengguna berasal dari berbagai negara, hidup dalam dunia anonymouse,
Aturan dan Prinsip  Nettiquette/netiket
(berdasar IETF (The Internet Engineering Task Force)
E-commerce
Electronic Commerce
Model perdagangan elektronik
Sistem perdagangan yang menggunakan mekanisme elektronik yang ada di jaringan internet
Namun juga menimbulkan beberapa permasalahan seperti masalah pajak, perlindungan konsumen, pemalsuan tandatangan digital.
Pelanggaran Hak atas kekayaan Intelektual
Informasi berbentuk digital sehingga mudah untuk disalin.
Menimbulkan keuntungan tapi juga menimbulkan permasalahan
Contoh : pembajakan perangkat lunak, softlifting, penjualan CD ilegal, penyewaan perangkat lunak ilegal.
Tanggung Jawab Profesi
Munculnya kode etik profesi untuk memberikan gambaran adanya tanggungjawab bagi para pekerja di bidang komputer untuk menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional dengan baik.
Organisasi profesi di bidang komputer di Indonesia  IPKIN (Ikatan Profesi Komputer dan Informatika)  sejak tahun 1974

Kontak Person

0 komentar






MUHAMMMAD ALFI MAHYUARSONY
email : alfiadah@ymail.com

Minggu, 18 Oktober 2009

SOX / SOA,Sarbanes Oxley

0 komentar
EXECUTVE SUMMARY

Audit sistem informasi (information system audit) merupakan aktivitas pengujian
terhadap pengendalian dari kelompok-kelompok unit infrastruktur dari sebuah
sistem/teknologi informasi.
Beberapa aturan mengenai IT audit sudah disusun di Amerika Serikat yang
meliputi beberapa aturan penting seperti Sarbanes Oxley Act. Sarbanes-Oxley Act
(SOA) merupakan sebuah produk hukum (Undang-Undang) di Amerika Serikat
(AS) yang mengatur tentang akuntabilitas, praktik akuntansi dan keterbukaan
informasi, termasuk tata cara pengelolaan data di perusahaan public. Namun
sayangnya di Indonesia baru sebagian kecil yang baru menerapkan aturan
tersebut.
Saya menulis mini paper ini dengan judul “Peran Sarbanes Oxley Act dalam
Audit Sistem Informasi pada Perusahaan di Indonesia”. Disini saya akan
menjelaskan bagaimana peran SOA dalam audit sistem informasi pada perusahaan
di Indonesia, mengapa SOA perlu bagi sebuah perusahaan dan siapa yang
membutuhkan SOA, apa resikonya apabila tidak dapat mematuhi (compliance)
SOA dalam hal financial dan non-financial, apa efek SOA bila diterapkan pada
perusahaan, apa saja aktivitas yang dilakukan SOA, dan contoh implementasi
SOA pada perusahaan di Indonesia dan lembaga negara di Indonesia.

Karena menurut saya peran SOA sangat penting bagi sebuah perusahaan
khususnya perusahaan publik yang sangat rentan dengan kecurangan dalam hal
audit. Yang diharapkan akan meningkatkan standar akuntabilitas korporasi,
transparansi dalam pelaporan keuangan, memperkecil kemungkinan bagi
perusahaan atau organisasi untuk melakukan dan menyembunyikan fraud
(manipulasi), serta membuat perhatian pada tingkat sangat tinggi terhadap
corporate governance.

Singkat Tentang Saya

0 komentar
Salam Kenal, Terima Kasih telah berkunjung di blog ini. Nama Lengkapku Muhammad Alfi Mahyuarsony, Lahir di Kota Palembang provinsi Sumatera Selatan. Sejak Kecil Tinggal di Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan. Yaitu TK YWKA Lahat - TK Pertiwi -SD Santo Yosef Lahat - SMP Negeri 1 Lahat - SMA Negeri 4 Lahat - SMA Negeri 1 Lahat. Menyelesaikan Pendidikan Sarjana (S1) bidang Sistem Informasi di Universitas Sriwijaya , Saat Ini Masih Studi Magister (S2) Ilmu Komputer di Universitas Budi Luhur Jakarta. Bidang yang diminati dan di kuasai : ICT Hardware, Software , Riset , Ilmu Pengetahuan baru,Berbagi Ilmu. Hoby Baca buku, Browsing pengetahuan,Badminton,Manajemen IT,Seminar, Riset. Profesi Saat Ini Hanya Seorang Tukang Servis Fotokopi di PT.Astragraphia,Tbk Blog Ini sengaja saya sharing pengalaman saya kuliah baik itu tugas, persentasi, bahan kuliah yang di ajarkan dosen.Berbagi ilmu Pengetahuan, ide.Semoga Bermanfaat.

Sabtu, 17 Oktober 2009

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN DAN MANAJEMEN BISNIS Pengusaha Eka Tjipta Widjaja

1 komentar

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN DAN MANAJEMEN BISNIS
Pengusaha Eka Tjipta Widjaja







Dibuat Oleh : M Alfi M




FAKULTAS ILMU KOMPUTER
PRODI SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
PALEMBANG
2009








Eka Tjipta Widjaja - Sukses Melalui Kegigihan







Rubrik Tanya Jawab Eka Tjipta Widjaja

Nama Eka Tjipta Widjaja dikenal di dunia sebagai seorang pengusaha yang sukses, di keluarga besar Sinar Mas, beliau dikenal sebagai seorang pemimpin sejati yang pantang menyerah. Kami, tim pelaksana harian Eka Tjipta Foundation, mengenal beliau sebagai seorang dermawan yang idealis, teguh dan penuh semangat.
Pada hari Rabu, tanggal 8 November 2006, di suatu pagi yang cerah, dengan hawa yang cukup terik, langit biru bersih dan sedikit berawan, kami diterima oleh Pak Eka, demikian panggilan akrab Eka Tjipta Widjaja di kediaman beliau di kawasan Jakarta Pusat.
Dalam perbincangan kami hari itu, Pria yang kini berusia 85 tahun (berdasarkan almanak Cina) ini banyak bercerita mengenai masa mudanya, perjuangan dalam membangun usaha, kesulitan-kesulitan yang dihadapi, filosofi hidup dan juga tidak terlupakan pesan-pesan beliau terhadap generasi muda penerus bangsa, termasuk cucu-cucu beliau yang sudah mulai memasuki dunia bisnis.

T: Mohon secara singkat ceritakan sedikit sejarah hidup Bapak.
Saya memulai karir saya dari tangan kosong. Saat itu keluarga kami hidup di kampung, dengan keadaan yang sangat susah. Kami setiap hari hanya bisa makan bubur dengan ubi. Karena keadaan yang sulit ini, saya tidak bisa menyelesaikan pendidikan sekolah dasar, karena saya harus membantu orang tua untuk mencukupi kebutuhan hidup kita sehari-hari. Saya mulai berdagang sejak berusia 9 tahun, berbekal sepeda dan barang eceran dari toko milik orang tua, menjual barang-barang makanan secara door to door.
Beberapa tahun kemudian, saudara saya menawarkan bantuan untuk menyelesaikan sekolah saya, tetapi saat itu tentara Jepang mulai masuk dan menjajah Indonesia, oleh karena itu saya masih belum bisa meneruskan pendidikan. Sampai saya umur 12, saya baru bisa mulai meneruskan kembali pendidikan sekolah dasar saya. Secara singkat boleh dibilang bahwa modal saya saat itu hanya jaminan ijazah SD, saya tidak punya uang untuk modal dagang sepeserpun. Dalam karir saya, segala macam pekerjaan sudah pernah saya lakukan.

T: Kesulitan apa saja yang pernah Bapak alami?
Waktu saya baru mulai dagang, keadaan di kampung saat itu tidak seperti sekarang, masih banyak jalan-jalan yang sulit dilewati sepeda, tidak jarang saya terpaksa memikul sepeda di bahu ketika berdagang keliling. Kejadian ini tidak akan pernah terlupakan. Saya juga pernah kerja non-stop 26 jam tanpa tidur.
Tapi menurut saya kesulitan apa pun yang kita hadapi, asal kita punya keinginan untuk berjuang, pasti semua kesulitan bisa diatasi.




T: Apa saja prinsip-prinsip kehidupan Pak Eka?
Jujur, menjaga kredibilitas, tanggung jawab, baik terhadap keluarga, pekerjaan maupun terhadap sosial. Hidup hemat dan tidak berfoya-foya. Bila kita hidup hemat, uang yang ditabung bisa digunakan untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Dan, kita harus sebisa mungkin berusaha membantu orang lain yang kurang mampu, tanpa diskriminasi. Kemanusiaan itu tidak pandang bulu.
Di dalam agama diajarkan bahwa ketika tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu tahu. Ketika saya berbuat kebajikan dengan membantu orang lain, saya tidak takut kelakuan saya ini tidak dikenal orang, biarkan Tuhan saja yang tahu.
"Pantang menyerah bila ada kesulitan apa pun dan harus hidup hemat"

T:Pendapat Pak Eka mengenai kehidupan sosial masyarakat Indonesia sekarang?
Dalam membangun negara menuju kehidupan sejahtera dan mandiri, perlu partisipasi dari semua lapisan masyarakat. Pemerintah atau perusahaan-perusahaan saja tidak mampu untuk membangun Indonesia menjadi negara yang tenteram dan mandiri. Saya menghimbau semua lapisan masyarakat untuk rajin dan tekun bekerja dan menabung untuk mencapai taraf hidup yang sejahtera.



Sinar Mas memberikan kesempatan kerja kepada ratusan ribu orang, bila satu orang menanggung beban hidup satu keluarga dengan 3 anggota lain, secara langsung bisa dibilang ada 1 juta lebih penduduk yang hidupnya bergantung kepada Sinar Mas. Angka ini relatif kecil dibandingkan total keseluruhan penduduk Indonesia yang mencapai 200 juta jiwa sekarang. Sepuluh perusahaan seperti Sinar Mas pun belum cukup untuk menghidupi penduduk kita. Kita semua harus saling giat dan saling membantu untuk memecahkan masalah kemiskinan dan masalah sosial lainnya.

T: Pesan-pesan Bapak terhadap generasi muda penerus bangsa?
Saya harap generasi muda sekarang rajin bekerja dan berkonsentrasi dalam menyelesaikan tugas. Pantang menyerah bila ada kesulitan apa pun dan jangan lupa kita perlu bantuan orang lain, kita tidak bisa berhasil hanya dengan bekerja sendiri.
Khususnya bagi cucu-cucu saya yang sudah mulai dewasa, saya himbau semua untuk belajar dari kehidupan saya dari kesusahan menuju kesuksesan. Pepatah China mengatakan bahwa kekayaan tidak lewat dari tiga generasi, tapi saya berharap Sinar Mas bisa bertahan seterusnya. Saya percaya mereka memiliki pendidikan cukup baik sehingga yang perlu hanya mengasah pengalaman hidup dengan belajar dari orang lain. Sinar Mas akan langgeng atau tidak berada di tangan mereka. Ajaklah semua pihak untuk ikut membantu agar Sinar Mas terus berkembang sepanjang masa dan dapat menghidupi lebih banyak keluarga lagi.






Profil Eka Tjipta Widjaja
Lahir 3 Oktober 1923
hijrah ke Makasar tahun 1931

Di usia 9 tahun, menemukan konsep door to door selling, menjajakan produk toko eceran milik orang tua
1938:Usia 15 tahun jiwa entrepreneurship semakin tumbuh, bermodalkan jaminan ijazah SD, berdagang kecil-kecilan seperti biskuit dan permen, hingga tahun 1941
1942 - 1945: Berdagang barang bekas sisa peledakan pelabuhan semen oleh tentara Belanda, melirik bisnis terigu dan berkembang menjadi pemborong rumah kuburan mulai menggeluti bisnis minyak kelapa dengan bermodalkan 4.000 kaleng minyak kelapa, namun bisnis ini gagal karena peraturan monopoli perdagangan minyak oleh tentara Jepang beralih ke home industry kembang gula, kacang ting-ting hasil keuntungan dibuat investasi tanah.
1945 – 1949: Usaha grosir produk makanan dan sebagai rekanan CIAD (Corps Intendans Angkatan Darat / TNI)
1950 – 1955: Pedagang kopra (bahan baku minyak kelapa)
1957: Berdagang hasil bumi, dari Surabaya dijual ke Manado, dari Manado menjual kopra dan buah pala ke Makasar, dan pada Juni 1957 memiliki 4.000 ton kopra
1960: Hijrah ke Surabaya, memiliki kebun kopi dan kebun karet di Jember pabrik minyak kelapa dan penggilingan padi di Ciluas, Serang, karena kegiatan PKI perusahaan merugi, perusahaan dijual separuh harga mendirikan CV Sinar Mas, melakukan ekspor hasil bumi dan impor tekstil

Tahun berikutnya: mendirikan Tjiwi Kimia yang bergerak dibidang bahan kimia yang kemudian berkembang menjadi pabrik kertas mendirikan pabrik pulp Indah Kiat (Tangerang), berikutnya, mendirikan perkebunan kelapa sawit, mengambil alih bank dan seterusnya.
Bila kita hidup hemat, uang yang ditabung bisa digunakan untuk membantu orang lain yang lebih membutuhkan. Dan, kita harus sebisa mungkin berusaha membantu orang lain yang kurang mampu, tanpa diskriminasi. Kemanusiaan itu tidak pandang bulu. Di dalam agama diajarkan bahwa ketika tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu tahu. Ketika kita berbuat kebajikan dengan membantu orang lain, kita tidak takut kalau kelakuan kita itu tidak diketahui orang, biarkan Tuhan saja yang tahu. Demikianlah filosofi yang selalu dipegang Oleh Eka Tjipta Widjaja dalam menjalankan bisnisnya, maupun dalam kehidupan sehari – hari.
Jujur , menjaga kredibilitas, tanggung jawab, baik terhadap keluarga, pekerjaan ataupun social, hidup hemat dan tidak berfoya-foya mungkin adalah kunci sukses tokoh bisnis yang satu ini, yang bisa dicontoh oleh siapapun, termasuk oleh kita.
Eka Tjipta Widjaja, taipan dari Cina ini pindah ke Indonesia sejak kanak-kanak dan memulai segala aktivitas bisnisnya dari nol. Ketika berusia 17 tahun, ia mulai berjualan biscuit. Secara perlahan ia terus berjuang merintis usahanya. Pelan tapi pasti, ia pun mulai menemukan titik terang, hingga akhirnya seorang Eka Tjipta muncul menjadi salah satu pebisnis kelas kakap tanah air.
Mulai membangun Asia Pulp and Paper ( APP), yang pada tahun 2001 jumlah total asetnya mencapai $10 triliun. Eka Tjipta Widjaya berhasil membangun kerajaan bisnisnya dengan mendirikan 200 perusahaan di Indonesia, Singapura, Cina serta India.


Badai krisis yang menerpa Indonesia tahun 1997, rupanya sempat berdampak negative bagi kelangsungan bisnis Eka Tjipta Widjaja. Di tahun tersebut, APP bangkrut, merugi, serta menyisakan jumlah utang yang cukup besar. Meski demikian, bisnis Eka Tjipta Widjaja tetap bertahan dan berjaya. Tak lama setelah itu, ia berhasil mengembangkan sayap bisnisnya hingga ke bidang industri pulp dan paper. Lebih dari itu, juga merambah bidang agrobisnis dan makanan. Terobosan di tahun 2007 adalah kehadiran SmartTelecom, Operator telepon yang menawarkan biaya percakapan hanya Rp 45,00 per menit.
Setelah puluhan tahun membangun bisnisnya, kini Eka Tjipta Widjaja mewariskan nya sejumlah bidang usaha kepada anak- anaknya. Kini anak – anak Eka meneruskan usahanya melalui perusahaan yang bernama Sinar Mas. Eka Tjipta sendiri tercatat ditaksir memiliki kekayaan senilai $ 2,8 miliar. Pantaslah bila Majalah Forbes Asia, Edisi Desember 2007, Menempatkannya pada urutan ke -5 dalam daftar 40 orang terkaya di Indonesia.










DAFTAR PUSTAKA





Pratama Subagja, William(2008).Kaum Super Tajir Indonesia.Yogyakarta : Penerbit Narasi.


Tjipta Foundation,Eka.,” Lensa Eka Tjipta Fundation”,2006,http://www.ekatjiptafoundation.org/index.php?id=25 [Diakses 14 Oktober 2009].


MAKALAH KEWIRAUSAHAAN DAN BISNIS Chiki Chiken STEAK

0 komentar

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN DAN BISNIS
Chiki Chiken STEAK












Dibuat Oleh : M Alfi M



FAKULTAS ILMU KOMPUTER
PRODI SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
PALEMBANG
2009






Bahan :
1.100 gram ayam bagian dada
2.Tepung Terigu
3.Garam
4.Tepung Tapioka
5.MSG
6.Bawang Putih
7.Lada
8.Rempah – Rempah

Cara Pembuatan :
Ayam bagian dada di masukkan ke Freezer, biarkan sampai menjadi es,setelah menjadi es keluarkan.,kemudian potong berbentuk Steak (persegi panjang). Setelah itu.Haluskan bumbu (bawang lada rempah- rempah) / bisa juga beli bumbu yang bubuk. kemudian campurkan ke tepung tapioca dan terigu.perbandingan tapioca 1 dan terugu 2.., setelah itu lumuri ayam steak..,biar kan 1 menit. Panaskan minyak dalam wajan dengan api sedang lalu garing.sampai garing kemudian angkat..


Pengemasan dan Pemasaran

A. Pemasaran

1. Kerjasama dengan perusahaan seperti KFC untuk mengantikan steak kentang KFC.
2. Kerjasama Pada Perusahaan Chiki (Chitatos) dalam mengeluarkan Produk baru.
3. Melakukan Pemasaran Di Mal,Pasar,Swayalan, ditoko – toko.
4. Dengan Sistem Bonus hadiah.

B. Pengemasan

1. Bila Kerjasama dengan KFC cukup menggunakan Produk ditambah saus yang bermerk KFC.
2. Kerjasama di perusahaan Chiki.cukup menggunakan Produk ditambah alat pembuat chiki yang di sediakan di perusahaan chiki tersebut. Ditambah saus sambal didalam.
3. Pemasaran biasa adalah produk berupa yang dikemas sendiri menggunakan plastic di depan ada logo. Dan di dalam ada sambal.
4. Bonus hadiah kepada distributor berbentuk poin semakin banyak mengumpulkan poin berhak mendapat hadiah berupa uang.

DEPKES :
Untuk makanan lebih terjamin dan terpercaya kita perlu daftar ke depkes sehingga dapat dipercaya konsumen dan teruji.

Kualitas :

Chiki chiken steak adalah Makanan Ringan Bergizi dan di buat dengan daging asli tentunya mempunyai protein yang cukup tinggi cocok digunakan sebagai camilan atau lauk.

Teknologi Pada Sistem Informasi Kepegawaian Dinas Sosial

0 komentar
Teknologi Pada Sistem Informasi Kepegawaian Dinas Sosial
Oleh : M Alfi M


Teknologi Pada Sistem Informasi Kepegawaian Dinas Sosial.ppt.. Download SINI
Sistem Informasi Pegawai


1. pegawai baru,
2. penempatan,
3. absensi,
4. penilaian kerja,
5. pelatihan/ sekolah,
6. promosi,
7. peringatan ,
8. mutasi,
9. PHK/Hbs masa/pensiun dini,
10.gaji.


Teknologi Computing S.E

Simpeg depsos menggunakan suatu teknologi jaringan client – server yang terhubung kepusat. Teknologi client – server berkembang secara cepat sebagai teknologi lanjut.


Network Pada S.E SIMPEG

Kapasitas badwidth
Simpeg depsos menggunakan kapasitas badwidth yang diatur dari pusat 2 mbps. Dan sekarang menurut berita akan bertambah terus minggu 1 juni depkominfo membeli 20 gbps untuk instansi.


Model Network Di Depsos

Simpeg depsos menggunakan model jaringan LAN / WAN.
Client biasanya dihubungkan ke server melalui LAN dan Server dihubungkan ke host melalui WAN.
Client melakukan remote yang dihubungkan ke server melalui WAN juga.

Standart Protocol

Standard Protocol yang di gunakan pada simpeg depsos menggunakan Standard TCP / IP.

Security Network

Simpeg depsos menggunakan Security network berupa firewal yang berlapis. Dengan binary secara hexadecimal..Sehingga menyulitkan Hacker untuk membobolnya.

Database

Model Data Relational
Saling berelasi antar tabel yang terdapat di simpeg depsos

Data Warehouse



Software

#Sistem Operasi
Sistem Operasi Pada Server simpeg ini menggunakan GUI.
#DBMS
DBMS menggunakan SQL,
Memasukkan fungsi dari DBMS terpusat pada level server. SQL server di sediakan untuk client
, pengaksesan Query pada basis data Client – server.

Sabtu, 10 Oktober 2009

PT.POS INDONESIA (PERSERO) PALEMBANG

2 komentar
1.Sejarah Singkat PT.POS Indonesia (Persero) PALEMBANG

PT. Pos Indonesia berkedudukan langsung di bawah pimpinan seorang
kepala kantor yang mempunyai tugas pokok dalam membina dan mengendalikan
penyelenggaraan jasa pos, pengelola SDM, tata usaha, keuangan, peralatan,
penyusun rencana kerja dan anggaran, mengawasi unit pelaksanan jasa Pos di
wilayah kerjanya. Membina unit kerja Divisi di wilayahnya dalam batas tata
hubungan konsultasi sesuai dengan kebijaksanaan serta berdasarkan ketentuan dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku PT. Pos Indonesia di pimpin oleh
seorang kepala kantor yang bertanggung jawab kepada direksi. Kepala kantor
mempunyai tugas dalam penyelenggaraan pembinaan administrasi,
mengkoordinasi tugas operasional dan pemasaran di lingkungan kantor.

Dengan adanya perkembangan dalam wilayah layanan maka diperlukan
suatu kantor pos yang memadai untuk melaksanakan kegiatan perusahaan maka,
di bangunlah suatu perusahaan yag berlokasi di jalan Merdeka No. 5 Palembang
dengan nama PT. Pos Indonesia (Persero) Palembang 30000 dan lokasinya mudah
dijangkau dari segala penjuru dan letaknya juga berada di tengah-tengah kota
Palembang tepatnya di depan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin yang
sangat di kenal di kota Palembang.

Kantor Pos III (KP) untuk daerah Sumatera bagian Selatan termasuk
wilayah daerah Pos dan Giro IV yang meliputi empat propinsi yaitu:
1. Sumatera Selatan
2. Lampung
3. Bengkulu
4. Jambi




Latar Belakang proyek

PT.POS Indonesia pada awalnya bergerak dibidang pengiriman surat yg sangat diperlukan bagi masyarakat Indonesia pada saat itu yang ingin berkomunikasi tanpa terhalang jarak yg berjauhan walaupun makan waktu dalam hal pengirimannya
Namun seiring dengan perkembangan teknologi informasi diera globalisasi ini misalnya dengan hadirnya telpon,pager & handphone maka masyarakat Indonesia mulai meninggalkan tradisi saling mengirim surat . Sehingga, PT.POS mulai melebarakan sayapnya di bidang pengiriman barang
Belakangan ini, PT.POS mulai tersaingi dengan hadirnya perusahaan asing yang bergerak dalam bidang jasa pengiriman barang seperti TIKI. Karena, PT.POS Indonesia merupakan salah satu perusahaan terbesar diindonesia maka dengan mengambil proyek Sisem Informasi PT.POS ini dengan harapan agar masyarakat Indonesia lebih mencintai perusahaan dalam negri dan menggunakan jasa PT.POS indonesia

















2. Visi dan Misi PT. Pos Indonesia (Persero)

2.1. Visi

1. PT. Pos Indonesia (Persero) senantiasa berupaya untuk menjadi penyedia
sarana komunikasi kelas dunia yang peduli terhadap lingkungan yang dikelola
oleh sumber daya manusia yang profesional sehingga mampu memberikan
pelayanaan terbaik bagi masyarakat serta tumbuh dan berkembang sesuai
dengan konsep bisnis yang sehat.

2. Menjadi perusahaan Pos yang berkemampuan memberikan solusi terbaik dan
menjadi pilihan utama stakeholder domestik maupun global dalam
mewujudkan pengembangan bisnis dengan pola kemitraan, yang didukung
oleh sumber daya manusia yang unggul dan menjunjung tinggi nilai.


2.2. Misi

1. Memberikan solusi terbaik bagi bisnis, pemerintah dan individu melalui
penyediaan sistem bisnis dan layanan komunikasi tulis, logistik, transaksi
keuangan, dan filateli berbasis jejaring terintegrasi, terpercaya dan kompetitif
di pasar domestik dan global.

2. Menyediakan sarana komunikasi yang handal dan terpercaya bagi masyarakat
dan pemerintah guna menunjang pembangunan nasional serta memperkuat
kesatuan dan keutuhan bangsa dan negara serta memberikan mutu pelayanan
untuk mencapai kepuasan pelanggan serta memberikan nilai tambah yang
optimal baik karyawan, pemegang saham dan mitra kerja.

Proyek-Proyek Sistem Informasi Yang Akan Direncanakan
1. Sistem Informasi pengolahan data pembayaran gaji dan pensiunan pegawai

3. Struktur Organisasi dan Tugas Pokok serta Fungsi Unit Organisasi

Pengenalan Organisasi berdasarkan 4 frames

Struktural Frame
Peran dan tanggung jawab PT. POS ini adalah untuk melayani jasa pengantaran surat dan barang sampai ke tempat tujuannya PT. Pos Indonesia berkedudukan langsung di bawah pimpinan seorang kepala kantor yang mempunyai tugas pokok dalam membina dan mengendalikan penyelenggaraan jasa pos, pengelola SDM, tata usaha, keuangan, peralatan, penyusun rencana kerja dan anggaran, mengawasi unit pelaksanan jasa Pos di
wilayah kerjanya. Membina unit kerja Divisi di wilayahnya dalam batas tata
hubungan konsultasi sesuai dengan kebijaksanaan serta berdasarkan ketentuan dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku PT. Pos Indonesia di pimpin oleh
seorang kepala kantor yang bertanggung jawab kepada direksi. Kepala kantor
mempunyai tugas dalam penyelenggaraan pembinaan administrasi,
mengkoordinasi tugas operasional dan pemasaran di lingkungan kantor.
Human resources frame
Dalam sejarah PT. POS dan telekominikasi di Indonesia didirikan pertamakali di Batavia oleh Gubernur Jendral GW Baron pada tanggal 26 Agustus 1746. Saat itu POS Indonesia bernama perusahaan jawatan PT.T (POS Telegraph and Telephone), yang kemudian dilakukan perubahan status jawatan PT. T yang disrankan secara resmi oleh Direktur Jendral MR Soekardan.menrut saran tersebut adalah yang paling tepat dan dapat memenuhi kebutuhan PT. T adalah status Public Corporation. .
Political frame
Pada tahun 1960 diberikan peraturan UU no 19/1960 tentang peruahaan Negara yang mengatur keseragaman dalam cara menyusun, mengetahui bentuk perusahaan . Negara mengatur ketentuan mengenai penampungan perusahaan asing yang dapat diambil alih, serta perusahaan lain yang ada, yang bentuknya berdasarkan I.B.W atau jawatan PT.T bersumber pada peraturan I.B.W (Indische Bedrive Wet). Sebagai pelaksana UU No 19 PP tahun 1960 yang bermaksud diatas, maka pada tanggal 21 Desember 1961 dikeluarakan peraturan pemerintah No.240 tahun 1961 yang berisikan tentang pendirian perusahaan Negara POS dan Telekomunikasi yang disingkat P.N.Postel .
Symbolic frame
PT POS Indonesia memebagi kegiatan pengirimannya menjadi dua metode, yaitu metode pengiriman biasa dan pengiriman secara kilat. Selain itu, pengiriman tidak hanya terpusat kepada pengiriman surat saja, tetapi juga bergerak di bidang jasa pengiriman barang dan uang.

3.1. Struktur Organisasi

Secara umum setiap perusahaan memerlukan suatu struktur organisasi
dengan tujuan untuk memperjelas pembagian tugas dan wewenang pada bagianbagian
didalam organisasi tersebut. Struktur organisasi adalah susunan dan
hubungan antara bagian-bagian komponen dan posisi dalam perusahaan dan
merupakan mekanisme-mekanisme formal bagaimana organisasi itu dikelola.
Struktur organisasi berfungsi untuk memberikan keterangan kepada setiap
orang tentang suatu pekerjaaan tertentu, serta menjelaskan bahwa pekerjaan
tersebut terkoordinasi sedemikian rupa dalam rangka pencapaian tujuan
organisasi. Oleh karena itu struktur organisasi yang baik akan menjamin kegiatan
perusahaan untuk berjalan lancar, sehingga tujuan dan sasaran yang telah
ditetapkan oleh perusahaan dapat dicapai secara optimal. Dalam struktur
organisasi yang baik, pimpinan serta karyawan yang terlibat akan mampu bekerja
sesuai dengan bidangnya masing-masing dapat menimbulkan kesatuan kerja sama
yang terorganisir dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Struktur organisasi pada PT. Pos Indonesia (Persero) Palembang dapat
dilihat pada gambar berikut :




Sasaran Pengembangan Sistem Informasi
- Alasan perlunya pengembangan system informasi
Sasaran pengembangan system informasi akan sejalan dengan sasaran organisasi. Sebagai system yang mendukung pencapaian organisasi, system informasi yang akan dikembangkan diarahkan untuk dapat mengatasi kelemahan-kelemahan dari system yang lama.

IV. Kendala-Kendala Pengembangan Sistem Informasi
- Dana : Besarnya dana yang disediakan untuk pengembangan
system informasi secara keseluruhan tidak boleh melebihi
anggaran yang ada.
- Waktu : Semua proyek-proyek system informasi yang
direncanakan harus telah selesai dan siap dioperasikan
dengan baik tidak melebihi jangka waktu yang telah
ditetapkan.


Struktur Organisasi fungsional





3.2. Tugas Pokok dan Fungsi Unit Organisasi

a. Kepala Kantor
Tugasnya adalah bertanggung jawab atas semua pelaksanaan kegiatan,
mengkoordinasi dan mengintrogasi seluruh kegiatan usaha atau operasi
perusahaan PT. Pos Indonesia (Persero) Palembang 30000 meliputi :
1. Pelayanan Komputer dan Logistik
2. Pelayanan Jasa keuangan dan Pengolah Pos
3. Pelayanan Pemasaran dan Giro
4. Pengendalian Mutu jaringan Internal dan External
5. Keuangan

b. Wakil Kepala Kantor
Tugasnya adalah menunjang semua kegiatan perusahaan, menunjang data
opersaional perusahaan, mengumpulkan data kegiatan usaha atau operasi
perusahaan dan kegiatan menunjang lainnya serta memantau semua laopran
pendapatan baik untuk keperluan informasi atau koordinasi.

c. Sumber Daya Manusia
Tugasnya adalah melaksanakan administrasi sumber daya manusia,
pengangkatan dan kepengangkatan, evaluasi dan penilaian tehadap semua
kegiatan usaha, penyimpanan dan pengolahan data dan bendel kepegawaian
menyiapkan konsep keputusan yang menjadi wewenang kepala kantor serta
menyiapkan laporan kepegawaian.







d. Pemasaran
Tugas-tugas bagian pemasaran adalah memasarkan produk-produk pos yang
meliputi :
1. Mencari costumer atau pelanggan yang ingin menggunakan jasa pelayanan pos.
2. Menjual produk pos diantaranya materai dan prangko.
3. Memproses pengiriman jasa dan tarifnya bisa dinegosiasikan sesuai dengan
perjanjian kerjasama yang telah disepakati oleh pihak perusahaan dan kantor
pos.

e. Bagian Layanan Komunikasi
Tugasnya adalah melayani semua komunikasi baik dari pihak intern mapun
pihak ekstern perusahaan dan menghimpun, menganalisa data pelanggan
perjenis layanan yang ditawarkan dengan memberikan pelayanan kepada pihak
yang membutuhkan.

f. Pengolahan Jasa Keuangan
Tugasnya adalah memberikan dana kredit kepada pihak yang membutuhkan,
pengendalian sistem, prosedur dan mutu pelaksanaan jasa meliputi wesel instan,
giro pos, tabanas, pensiun dan jasa keuangan lainnya serta menyiapkan laporan
data keuangan yang akan dilaporkan 1 tahun sekali.

g. Unit Pengawasan Kantor Cabang
Tugasnya adalah mengawasi semua kegiatan kantor cabang baik itu bersifat
atau hanya memeriksa dengan cara melihat laporan kegiatan rutinitas yang akan
diberikan oleh kantor cabang setiap bulan sekali apakah terjadi hal-hal yang
dapat merugikan peusahaan ataupun sebaiknya.

h. Teknik dan Sarana
Tugasnya adalah menyediakan alat kerja atau alat angkut transportasi yang berguna dalam melaksanakan kegiatan usaha baik itu berupa kendaraan bermotor, mobil dan lainnya yang dapat digunakan untuk kelancaran kegiatan usaha.

i. Bisnis Logistik
Tugasnya adalah menerima barang pindah dari kota ke kota, barang pengiriman
(dipertanggungkan seharga barang diasuransikan), pos paket dari dalam negeri
dan luar negeri (penerimaan dan pengeluaran).

j. Antaran
Tugas-tugas yang dilakukan oleh petugas antaran diantaranya adalah mensortir
surat yang akan dikirimkan, mengantarkan surat ke alamat yang dituju,
mengantarkan paket pos, mengantarkan wesel.

k. Bagian Sentral Giro
Tugasnya adalah memberikan pelayanan giro dan melaksanakan pemeriksaan
pada semua data yang telah ada, apakah terjadi kesalahan data proses
pengerjaan dan selanjutnya pemerikasaan tersebut dibuat dalam laporan hasil
pemeriksaan.

l. Pengolahan
Tugasnya adalah mengelola surat yang telah masuk dan membedakan semua
jenis surat sesuai dengan kota dan alamat akan dituju dan memberikan kodekode
agar tidak terjadi kekeliruan didalam proses pengiriman.

m. Bagian Akuntansi
Tugasnya adalah melaksanakan proses Akuntansi yang meliputi penyusunan
laporan keuangan, neraca dan laba rugi serta penyusunan pelaksanaan
teknologi sistem.

n. Pengawasan Umum
Tugasnya adalah memeriksa seluruh pekerjaan semua pegawai sehingga tidak
terjadi penyalahgunaan wewenang yang telah diberikan untuk keperluan pribadi
ataupun yang lainnya yang dapat merusak citra pelayanan jasa kantor pos.

o. Keuangan
Tugasnya adalah mengkoordinir dan mengatur kegiatan keuangan yang
meliputi penyusunan dan monitoring anggaran tahunan (RKAP), pengelola arus
kas, pembayaran, penagihan piutang, pengendalian pembebanan biaya,
pengolahan PUKK, menyelenggarakan administrasi keuangan, memfasilitasi
penyusunan seluruh anggaran operasional perusahaan, sehingga pengolahan
keuangan PT. Pos Indonesia (Persero) Palembang 30000 dapat berjalan dengan
baik.

p. Supervisor Layanan Komunikasi
Tugasnya adalah memeriksa pekerjaan pegawai layanan komunikasi
(YANKOM) apakah dapat dilaksanakan dengan baik, mengkoordinir pelayanan
komputer yang dapat menangkap informasi yang akurat.

















project human resource management

Definisi
Manajemen sumber daya manusia yang meliputi proses yang diperlukan untuk mengkoordinasikan manusia, sumber daya pada sebuah proyek. Proses seperti itu termasuk orang-orang yang dibutuhkan untuk merencanakan, memperoleh, mengadakan, menetapkan, dan rilis staf atas kehidupan proyek


Fungsi
Pengembangan sumber daya manusia rencana
Memperoleh staf
Mengukur kinerja staf
Release staf pada akhir

Pendahuluan

Seperti yang kita tahu bahwa orang-orang merupakan bagian penting dari keberhasilan proyek. Karena Keberhasilan suatu proyek mempengaruhu sumber daya yang kita miliki. Adapun cara untuk mengkordinaasikan sumber daya manusia agar dapat bekerja dengan baik dalam tim maupun organisasi.



PROJECT QUALITY MANAGEMENT
Project Quality Management adalah proses untuk memastikan bahwa semua proyek kegiatan yang diperlukan untuk merancang, merencanakan dan melaksanakan proyek yang efektif dan efisien sehubungan dengan tujuan dan sasaran kinerjanya
Proyek manajemen Quality (QM) tidak terpisah, independent proses yang terjadi pada akhir suatu kegiatan untuk mengukur tingkat Manajemen mutu merupakan proses yang berkesinambungan mulai dan berakhir dengan proyek. QM berfokus pada peningkatan kepuasan pihak management

Manajemen Proyek Jadwal
• Fungsi adalah tujuan bagai mana menyusun penjadwalan yang terencana
• Kinerja, seberapa baik suatu produk atau layanan melakukan sesuatu yang bermanfaat dimaksudkan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan kesinambungan


• Keandalan, kemampuan layanan atau produk untuk melakukan pemrosesan dengan cepat,harus dapat menyediakan informasi yang konsisten dan tepat
• Relevansi, merupakan karakteristik dari bagaimana sebuah produk atau layanan yang memenuhi sarat yang sesuai denagn yang dibutuhkan
• Waktu, bagaimana produk atau layanan yang diberikan dalam waktu yang cepat
• Kesesuaian, mendefinisikan sebuah data harus benar
• Kelengkapan kualitas layanan yang sudah selesai dan mencakup seluruh layanan
• Konsistensi, layanan yang diberikan haruslah sama tidak boleh berubah ubah






















 Introduction

Tujuan utama bisnis perusahaan-perusahaan PT.POS yang ada saat ini yaitu untuk memberikan layanan jasa pengiriman surat atau barang kepada konsumen maupun pihak terkait yang ingin mengirimkan barang dan surat tentunya untuk memperoleh keuntungan yang sebanyak-banyaknya atas jasa yang diberikan dengan tetap memperhatikan efektifitas kerja dan kepuasan kepada pelanggan . Untuk mencapai tujuan tersebut, pada umumnya pemimpin perusahaan jasa pengiriman memutuskan untuk menggunakan teknologi informasi yang berupa sistem aplikasi layanan transportasi agar dapat memberikan kemudahan dan kecepatan layanan jasa transportasi pengiriman kepada konsumen. Dengan demikian, perusahaan tersebut dapat memperoleh peningkatan jumlah dan kepuasan konsumen serta meningkatkan daya saing perusahaan diantara perusahaan pengiriman jasa lainnya

 Busniss objective
Tujuan bisnis
Selama ini kebanyakan perusahaan jasa pengiriman surat dan barang kurang memiliki manajemen yang baik. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan perusahaan jasa PT.POS bisa bekerja lebih efektif dengan peningkatan manajemen. Selain itu aksi-aksi yang tadinya dilakukan secara manual bisa dilakukan secara otomatis oleh komputer. Tidak hanya itu, perusahaan jasa PT.POS selama ini juga kurang memperhatikan segi pelayanan. Dengan aplikasi terkomputerisasi, mereka bisa meningkatkan pelayanan baik kepada konsumen langsung atau kepada perusahaan lain seperti jasa kurir. Selain itu, penggunaan teknologi informasi diharapkan dapat meningkatkan efektifitas kerja pegawai sehingga dalam mengembangkan bisnis, perusahaan tidak perlu menambah jumlah pegawai yang cukup besar
adalah sebuah organisasi tujuan akhirnya untuk menetapkan apa yang ingin dicapai
Misalnya, sebuah tujuan untuk menjadi market leader, akan menguntungkan semua pihak, karena pelanggan akan menerima tinggi kualitas produk, tinggi pemegang saham akan menerima dividen, pegawai akan menerima upah yang baik, dan seterusnya
Aspek-aspek yang berkaitan dengan tujuan bisnis objective sebagai berikut :
>> Objektif tentang pasar.
>> Objektif mengenai kepuasan pelanggan
>> Objektif tentang kepuasan karyawan
>> Objektif tentang kembali saham
>> Tujuan tentang pemotongan polusi.
>> Tentang tujuan mengurangi limbah

 Current Station and Problem/Opportunity

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa kebanyakan perusahaan jasa PT.POS tidak memiliki manajemen yang baik. Mereka masih menggunakan sistem pencatatan manual sehingga sangat tidak efektif. Tidak hanya itu, sistem informasi reservasi juga masih menggunakan cara-cara konvensional seperti menggunakan radio/telepon. Ada banyak masalah seperti di atas yang menjadikan banyak kesempatan untuk membuat aplikasi terkomputerisasi. Sehingga diharapkan perusahaan jasa PT.POS yang menggunakan aplikasi ini bisa lebih efektif dengan manajemen yang terkomputerisasi.

 Current Station and constraints
Sistem aplikasi layanan PT.POS harus dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi perusahaan dalam hal efektifitas bisnis dan konsumen dalam hal kemudahan memperoleh akses reservasi jasa transportasi serta informasi tentang kendaraan yang telah disewa. Konsumen dapat melakukan reservasi hanya dengan online. Oleh karena itu, sistem harus mudah diakses oleh konsumen maupun selalu sedia dalam menerima layanan dari klien. Sistem selalu bekerja dengan baik tanpa adanya hambatan yang bersifat teknis maupun personal (human error). Pemimpin perusahaan harus selalu sigap atas adanya permasalahan yang mengganggu kinerja sistem khususnya yang berhubungan dengan layanan terhadap klien. Sistem harus dapat dijalankan pada hardware dan software yang sudah ada, dan dapat meminimasi kebutuhan dukungan teknis

 Analisis of opinions and recommendation
Terdapat tiga opsi untuk oportuniti tersebut:
1. Tidak adanya layanan TranSoft tidak mempengaruhi dari bisnis perusahaan terkait,
2. Penggunaan perangkat lunak khusus diminimalisasi.
3. Melakukan perancangan dan implementasi dari layanan ini dengan menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang telah ada.

 Pliminiary project requirement
Fitur utama dari proyek TranSoft mencakup:
1. Pada fitur Delivery Express informasi mengenai jadwal keberangkatan menjadi lebih diutamakan lagi karena adanya batasan-batasan khusus pada pengiriman barang, seperti jadwal keberangkatan, jadwal kedatangan dan ketersediaan unit kendaraan untuk menampung paket-paket yang akan dikirimkan.
2. Adanya fitur update posisi dari unit kendaraan yang berjalan membutuhkan sebuah jalur informasi yang pasti dan teratur. Oleh karena itu setiap kali unit kendaraan melewati pos-pos pengecekan tertentu petugas pada pos tersebut harus segera memberitahukan status kendaraan yang telah diperiksa ke pusat.
3. Adanya link-link yang terkait dengan proyek ini untuk membantu kemudahan pengguna dalam mengakses.
4. Keamanan dari situs yang layak menjadi faktor penting dari pengaksesan layanan ini. Selain itu harus diperhitungkan aplikasi yang dapat secara mudah dimengerti oleh user dengan navigasi yang sederhana namun terstruktur.
5. Tersedianya customer Services yang dapat secara interaktif diakses oleh pengguna untuk membantu apabila pengguna merasa kesulitan menggunakan layanan ini.
6. Fitur lain yang disarankan oleh pengguna.
 Budget estimate and financial analisis
Estimasi biaya proyek sebesar Rp 212.000.000,-. Kisaran tersebut didasarkan pada waktu yang diluangkan anggota tim (termasuk project manager) untuk mengerjakan proyek 10 jam per minggu selama 4 bulan dengan bayaran Rp 200.000,-/jam (untuk project manager) dan Rp 100.000,-/jam untuk 5 staf lainnya.  total 10 jam x 4 minggu x 4 bulan x (Rp 200.000,- + 5 x @Rp 100.000,-) = Rp 112.000.000,-
Selain itu saat software dibuat diperlukan biaya untuk menginstalasi software dan pemasangan jaringan di seluruh cabang perusahaan (asumsi ada 20 cabang). Biaya tersebut sebesar Rp 5.000.000,- di tiap cabang, total Rp 100.000.000,- untuk seluruh cabang.
Setelah proyek selesai, diperlukan adanya biaya untuk koneksi jaringan dan maintenance tiap tahun sebesar Rp 72.000.000,-. Selain itu karena adanya fitur tambahan pada aplikasi ini berupa pengecekan posisi kendaraan, maka diperlukan adanya biaya untuk komunikasi sebesar Rp 30.000.000,- tiap tahunan. Total biaya tahunannya sebesar Rp102.000.000,-.
Benefit yang diperoleh perusahaan dengan menggunakan aplikasi ini berasal dari berkurangnya tenaga operasional perusahaan untuk menangani reservasi. Jika menggunakan cara konvensional (reservasi langsung), perusahaan membutuhkan paling tidak 1 pegawai di tiap cabang untuk hal tersebut, sedangkan setelah menggunakan aplikasi ini, perusahaan cukup menggunakan 2-3 orang yang mengelola reservasi secara terpusat (cabang-cabang perusahaan tidak membutuhkannya), sehingga perusahaan menghemat tenaga kerja sebanyak ± 17 orang. Total penghematan tersebut (dalam bentuk rupiah) yang diproyeksikan tiap tahunnya adalah 17 orang @12 bulan x Rp 1.200.000,-/ bulan = Rp 244.800.000,-
Exhibit A memberikan ringkasan biaya proyek dan manfaat serta menunjukkan estimasi Net Present Value (NPV), Return of Investment (ROI), dan tahun terjadinya payback. Juga terdapat daftar asumsi yang dibuat dalam menyusun analisis finansial awal ini.. Estimasi payback adalah dalam satu tahun, NPV bernilai Rp 156.424.000, dan Discounted ROI untuk sistem dengan masa hidup tiga tahun adalah tepat 112 persen.

 Schedule estimate
User menginginkan proyek diselesaikan dalam waktu enam bulan, tapi terdapat beberapa fleksibilitas dalam jadwal.

 Potential riscs
Terdapat beberapa risiko pada proyek ini. Risiko terbesar adalah kesalahan dalam memasukan data input oleh pengguna untuk mengumpulkan informasi kedalam sistem ini dan pengguna terkadang lupa untuk memasukan input tentang informasi terbaru, misalkan agen lupa memasukan posisi kendaraan apabila telah melewati kantor agen tersebut. Risiko terdapat pada sistem reservasi apabila terdapat pelanggan yang melakukan tindakan iseng dengan memesan kendaraan secara masal yang akhirnya tidak jadi membeli. Dengan adanya sistem reservasi melalui sms juga dapat menimbulkan resiko kesalahan pengguna dalam mengetikan pemesanan dan adanya sistem baru ini terdapar rasa ketidakpercayaan apakah pesanannya telah terkirin ke sistem. Terdapat beberapa risiko teknis dalam memilih tipe software yang digunakan untuk search pada sistem, pemeriksaan keamanan, proses pembayaran, dan lain-lain. Risiko bisnis utama adalah apakah sistem ini merupakan sistem yang tepat guna sehingga perusahaan tidak merasa rugi dalam menginvestasikan waktu dan uang pada proyek dan dapat memperoleh manfaat yang diinginkan.


 exhibits

Tingkat Diskon 7%
Asumsi :
proyek diselesaikan dalam 4 bulan Tahun
0 1 2 3
Cost 212000000 102000000 102000000 102000000
Discount factor 1 0.93 0.86 0.79
Discounted cost 212000000 94860000 87720000 80580000 475160000


Benefit 0 244800000 244800000 244800000
Discount factor 1 0.93 0.86 0.79
Discounted benefit 0 227664000 210528000 193392000 631584000

Discounted benefit-cost -212000000 132804000 122808000 112812000
Accumulated benefit-cost -212000000 -79196000 43612000 156424000 NPV
payback tiap tahun
Discounted life cycle ROI  112%

Asumsi-asumsi :
Cost tahun pertama :
Project manager :
160 jam x Rp 200.000,-/jam 32000000
Staf lain 5@160 jam x Rp 100.000,- 80000000
Biaya instalasi Software 100000000
Total Cost tahun pertama 212000000

Cost tahunan setelah proyek selesai :
maintenance & biaya koneksi jaringan 72000000
biaya komunikasi 30000000
Total cost tahunan 102000000

Benefit :
Penghematan pegawai 17
Gaji 1 pegawai tiap bulan 1200000
Total penghematan pegawai tiap tahun
12 x 17 x Rp 1.200.000,- 244800000



Project Charter

Judul Proyek : Sistem informasi penggajian karyawan dan pangsiunan
Tanggal Mulai Proyek : 10 Februari 2007
Tanggal Akhir Proyek : 10 Mei 2007
Nomor Kontrak : ........
Informasi Anggaran : Perusahaan ARAI-INDO menganggarkan Rp 212.000.000,- untuk proyek ini. Biaya teralokasi untuk pekerjaan manajer proyek sekitar 10 jam per minggu selama empat bulan, staf internal lainnya 5@10 jam per minggu selama empat bulan, dan untuk instalasi software di seluruh cabang perusahaan transportasi yang memberi proyek.
Manajer Proyek : Arie Adriansyah
Tujuan Proyek : Membuat aplikasi berbasis web service untuk membantu mengelola pelayanan penggajian pegawai dan pensiunan dengan metode baru (melalui web) dalam peningkatan pelayanan customer secara lebih cepat dan efisien. Software ini akan mencakup beberapa fitur yang bisa digunakan oleh administrasi dan user yang semuanya dapat dilakukan secara cepat.


Pendekatan:
• Melakukan pertemuan langsung dengan klien (pihak perusahaan transport) untuk mendapatkan requirement-requirement yang dibutuhkan.
• Melakukan review terhadap template internal dan eksternal serta contoh-contoh dokumen manajemen proyek
• Melakukan riset perangkat lunak untuk menyediakan jaminan keamanan dan mengelola input dari user.
• Mengembangkan software dengan pendekatan iteratif, mengumpulkan umpan balik dari user.

Peranan dan Tanggung Jawab
Nama Peranan Posisi Informasi Kontak
Arie Adriansyah Project Manager ARAI-INDO,
Project Manager Ayie_si06@yahoo.co.id

Septi widyanti Anggota Tim ARAI-INDO,
Software Analyst wiwid@yahoo.co.id

Ali bardadi Anggota tim ARAI,
Software Developer (progammer) ali@yahoo.co.id

Shinta Arlia Anggota Tim ARAI-INDO,
Software Developer (progammer) Shinta@yahoo.co.id

Tommy Stiawan Anggota Tim ARAI-INDO,
Software Developer (progammer) exwayze@yahoo.co.id

Arie Adriansyah Anggota Tim ARAI-INDO,
Software Developer (progammer), dokumentator Ayie_si06@yahoo.co.id

Ali bardadi User Representatif klien ali@yahoo.co.id

Arie Adriansyah User Representatif klien Ayie_si06@yahoo.co.id

PIECES

0 komentar
Kebutuhan nonfunctional yang telah diuraikan di atas dapat dirangkum dalam tabel di bawah ini, dengan klasifikasi PIECES framework:

Jenis Kebutuhan
Non-functional Penjelasan
Kinerja (Performance) - Pekerjaan diharapkan dapat diselesaikan lebih cepat, sehingga dapat meningkatkan troughput sistem. Peningkatan yang terjadi besarnya sesuai dengan jenis prosesnya, seperti dengan yang dijelaskan dalam System Improvement Objective.

Informasi (Information) - Data terintegrasi (terutama integrasi antara data pegawai Fasilkom UI Salemba dan Fasilkom UI Depok)
- Mencegah terjadinya redundancy data.
- Sebagian data (data yang berkaitan dengan keuangan) dalam sistem ini dapat diakses oleh sistem bagian keuangan sebagai eksternal sistem.
- Data harus akurat, yaitu dengan meminimalisasi kesalahan pencatatan data.
- Data harus konsisten.
Segi Ekonomi (Economic) - Mengurangi biaya transportasi untuk melaporkan absensi pegawai di Fasilkom UI Salemba.
- Biaya yang dibutuhkan untuk pengembangan sistem tidak melebihi budget yang sudah ditentukan.
Pengontrolan Sistem (Control) - Mengotentikasi user yang boleh menggunakan sistem sesuai dengan jabatannya.
- Membuat log dari setiap aktivitas user.
- Memiliki backup data, sehingga sistem lebih reliable.
- Meningkatkan keamanan data, terutama data-data yang bersifat confidential.
Efisiensi Sistem (Eficiency) - Mengurangi duplikasi pemberian tanda tangan pihak eksekutif (atasan pegawai) dalam pemberian uang lembur .
Pelayanan Sistem (Service) - Memberikan data-data yang akurat dan lengkap untuk pengambilan keputusan pihak eksekutif.
- Data yang ditampilkan harus mudah dibaca dan terstruktur.
- Sistem harus user friendly (menggunakan GUI).

STEGANOGRAFI PEYEMBUNYIAN PESAN PADA IMAGE/AUDIO

0 komentar
Abstrak


Walaupun steganografi dapat dikatakan mempunyai hubungan yang erat dengan kriptografi, tapi metoda ini sangat berbeda dengan kriptografi. Kriptografi mengacak pesan sehingga tidak dimengerti, sedangkan steganografi menyembunyikan pesan sehingga tidak terlihat. Pesan dalam cipherteks mungkin akan menimbulkan kecurigaan sedangkan pesan yang dibuat dengan steganografi tidak akan. Steganografi merupakan satu metode yang popular, dimana sesuatu pesan (teks atau image) boleh dirahasiakan di dalam file-file lain yang mengandung teks, image, bahkan suara tanpa menunjukkan ciri-ciri perubahan yang nyata atau terlihat dalam kualitas dan struktur dari file semula.

Teknik Kriptografi untuk Pengamanan Basis Data

4 komentar
 Basis data merupakan tempat penyimpanan data penting yang dibutuhkan untuk menjamin kelancaran aktivitas suatu perusahaan. Data penting dan vital yang tersimpan pada basis data seringkali menjadi target empuk bagi para penyerang. Serangan yang terjadi dapat dilakukan oleh pihak luar (hacker) maupun pihak dalam (pegawai yang tidak puas). Selama ini, mekanisme pengamanan basis data diimplementasikan dengan menggunakan kontrol akses terhadap basis data tersebut. Akan tetapi, dengan berkembangnya penggunaan jaringan untuk pertukaran data, diperlukan strategi pengamanan yang lebih kuat daripada sekedar mekanisme kontrol
 akses. Alasan lain diperlukannya pengamanan basis data adalah berlakunya
 Undang-Undang yang mengatur perihal kerahasiaan data pelanggan yang biasa disimpan pada basis data perusahaan. Salah satu contohnya adalah peraturan HIPAA (Health Insurance Portability and Accountability Act) yang menstandarkan keamanan data medis dan data individual lainnya . Dengan adanya UU ini, tiap rumah sakit akan memiliki tanggung jawab lebih pada keamanan datanya. Salah satu cara untuk mengamankan data pada basis data adalah dengan menggunakan teknik kriptografi yang diterapkan pada data tersebut.


Tiga level enkripsi basis data yang meliputi :

1. Enkripsi pada level penyimpanan (storage) Enkripsi data dilakukan pada subsistem storage (penyimpanan), baik pada level file maupun pada level blok. Enkripsi level ini cocok untuk mengenkripsi file, folder, media storage dan media tape. Akan tetapi, serangan yang dapat diatasi hanya terbatas pada serangan yang berupa pencurian media dan sistem penyimpanan. Enkripsi pada level storage tidak mampu menangani serangan pada level basis data dan level aplikasi.

2. Enkripsi pada level basis data Enkripsi dilakukan pada saat data ditulis dan dibaca dari basis data. Enkripsi jenis ini dilakukan pada level kolom pada tabel basis data. Level ini melindungi data pada Database Management System (DBMS) dari berbagai macam serangan. Diperlukan integrasi pada level basis data, termasuk modifikasi skema dan penggunaan trigger dan store procedure dalam proses enkripsidekripsi.

3. Enkripsi pada level aplikasi Aplikasi menangani proses enkripsi data. Kelebihannya adalah tidak terjadi penurunan performansi pada basis data, karena DBMS tidak menangani enkripsi data. Akan tetapi, ketika terjadi perubahan strategi enkripsi atau perubahan data yang dienkripsi, akan banyak terjadi modifikasi pada level aplikasi.


Langkah-langkah Implementasi Pengamanan Basis data

Teknik kriptografi merupakan salah satu solusi yang dapat dipilih untuk memproteksi basis data perusahaan. Untuk menerapkan teknik kriptografi sebagai bagian yang terintegrasi dengan security policy perusahaan, terdapat tiga tahapan yang harus dilakukan yaitu analisis lingkungan, desain solusi dan implementasi.

Berikut akan dijabarkan langkah-langkah untuk tahapan analisis lingkungan dan desain solusi. Tahapan implementasi dilakukan dengan cara menerapkan solusi yang telah dipilih dengan mempertimbangkan hasil analisis.



3.1 Analisis Lingkungan

Tahapan analisis lingkungan bertujuan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai struktur sistem informasi perusahaan dan kebutuhan pengamanan basis data. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi data sensitif yang perlu diproteksi. Pada dasarnya ada dua macam data yang harus diproteksi. Yang pertama adalah data yang terkait dengan kepentingan internal perusahaan, yaitu data yang mengandung informasi mengenai strategi bisnis perusahaan tersebut. Yang kedua adalah data yang berkaitan dengan kepentingan pelanggan. Setiap pelanggan mempunyai hak untuk dijaga kerahasiaan datanya, terutama data yang dapat mengundang pihak ketiga untuk merugikan kepentingan pelanggan seperti informasi kartu kredit, rekening bank, dan kesehatan. Karena adanya enterprise boundary seperti yang telah dijelaskan di atas, sangat penting untuk meminimalkan jumlah data yang perlu dienkripsi. Enkripsi terhadap data yang sebenarnya tidak perlu diproteksi akan menurunkan performansi sistem karena enkripsi dan dekripsi data akan menambah beban proses yang harus dijalankan.


1. Enkripsi secara internal dalam basis data
Strategi ini merupakan strategi pengamanan yang paling sederhana karena dilakukan hanya dengan memanfaatkan fitur enkripsi yang telah digunakan oleh DBMS yang bersangkutan atau dengan menggunakan produk add-on yang menambahkan fitur enkripsi pada DBMS yang belum memiliki kemampuan tersebut.

Dengan strategi ini, proses enkripsi dan dekripsi data hanya akan berlaku secara internal. Artinya, data dimasukkan ke dalam basis data dalam bentuk plainteks dan akan meninggalkan basis data dalam bentuk plainteks pula. Strategi ini diterapkan dengan menggunakan database procedure call. Salah satu contoh penggunaannya adalah dengan menerapkan trigger setiap kali pengguna memanggil operasi select 4). Operasi select terhadap data yang diproteksi akan memicu trigger untuk mengenkripsi data tersebut. Jika pengguna yang bersangkutan adalah pengguna yang memiliki hak autorisasi untuk melihat data, maka data akan didekripsi ketika ditampilkan. Jika sebaliknya, data akan ditampilkan masih dalam bentuk terenkripsi.

2. Enkripsi secara eksternal di luar basis data
Strategi penyimpanan data yang lebih aman adalah dengan menambahkan fungsi enkripsi pada aplikasi. Enkripsi dilakukan di dalam aplikasi sehingga data dapat ditransfer dan disimpan dalam bentuk terenkripsi. Pendekatan ini menyediakan pengamanan end-to-end yang baik, namun membutuhkan perubahan pada aplikasi yaitu dengan menambahkan atau memodifikasi fungsi enkripsi dan dekripsi.

Salah satu langkah efektif untuk mengimplementasikan strategi ini adalah dengan membangun server enkripsi yang menyediakan layanan enkripsi secara terpusat (centralized encryption service) untuk seluruh environment basis data. Cara ini dapat menyederhanakan proses manajemen dan meningkatkan kontrol terhadap environment multi-aplikasi yang menggunakan banyak basis data. Server enkripsi dapat dioptimalkan untuk menjalankan operasi kriptografi yang diminta oleh aplikasi. Server menjadi basis fungsi enkripsi yang dapat dipanggil oleh setiap aplikasi pada sistem.


2. Kesimpulan dan Saran Pengembangan

Teknik kriptografi dapat diterapkan untuk mengamankan basis data dari serangan pihak luar maupun pihak internal perusahaan. Terdapat beberapa langkah dalam mengimplementasikan pengamanan basis data menggunakan teknik kriptografi. Pertama adalah analisis lingkungan yang mencakup identifikasi data sensitif, aliran data perusahaan, identifikasi pengguna, dan identifikasi terhadap ancaman yang potensial terhadap basis data. Langkah kedua adalah pemilihan desain solusi, yaitu enkripsi di dalam basis data atau di luar basis data. Langkah terakhir adalah mengimplementasikan desain solusi yang dipilih berdasarkan analisis lingkungan yang diperoleh.

Beberapa persoalan terkait desain pengamanan basis data adalah pemilihan algoritma kriptografi, manajemen kunci, strategi otentikasi, dan pemilihan format penyimpanan data yang dienkripsi. Saran pengembangan terhadap makalah ini adalah penambahan cakupan implementasi pengamanan basis data terhadap proses bisnis yang berkaitan dengan pertukaran data antara konsumen dan perusahaan.

Ringkasan makalah keamanan komputer tentang keamanan jaringan GPRS

0 komentar
Ringkasan makalah keamanan komputer tentang keamanan jaringan GPRS.

GPRS merupakan teknologi 2.5 G yang kecepatan transfer datanya tergolong tinggi. Jaringan GPRS dibuat untuk memperbaiki kecepatan transfer data dari jaringan GSM. Jaringan GPRS namun merupakan bagian dari jaringan GSM. Bila jaringan GSM tidak berfungsi maka otomatis jaringan GPRS juga tidak bisa berfungsi. Dalam jaringan GPRS terdapat dua kategori utama yang berpotensial menjadi penyerang. Selain penyerang dari dalam jaringan (subscriber lain, pegawai operator), orang di luar operator juga berpotensial, misalnya pihak ketiga yang melaksanakan upgrade jaringan.
Ada beberapa teknik yang bisa digunakan untuk menyerang jaringan GPRS. Teknikteknik ini antara lain DOS, eavesdropping, jamming, dan pencurian. Teknik-teknik tersebut bisa dilakukan di beberapa bagian jaringan GPRS.
Menjaga keamanan jaringan GPRS bukan semata-mata tanggung jawab pihak operator saja, pengguna juga wajib menjaga keamanan data-datanya sendiri yaitu dengan cara menjaga MS agar tidak dicuri orang atau tidak digunakan oleh orang yang tidak berhak. Jaringan GPRS IM3 Smart memiliki kelemahan pada sistem firewall antar subscriber.
Firewall tersebut tidak berjalan dengan baik atau malah tidak ada sama sekali. Pengguna lain
dapat mengirim paket data ke subscriber lain yang sedang online lewat jaringan GPRS. Pengguna lain yang mendapatkan paket data tersebut akan membayar data-data yang tidak perlu.
Jaringan GPRS IM3 Smart tidak memfirewall akses port ke MS pengguna lain. Hal ini bisa sangat berbahaya bila MS yang diakses mempunyai kelemahan (misal, terdapat lubang keamanan di sistem operasi). Penyerang bisa mengeksploitasi MS tersebut sehingga merugikan pihak lain.

Senin, 05 Oktober 2009

Analisis dan dfd Sistem informasi Perpustakaan

2 komentar

Nama : M ALFI M

Nim : 09061003027

Jurusan : Sistem Informasi

MK : Prak. Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi


Analisis Sistem informasi Perpustakaan :

Diatas menggambarkan diagram konteks (DFD level 0 ) Sistem Informasi Operasional Perpustakaan.,

Yang dimana banyak berberapa transaksi dan proses,dimulai dari calon anggota untuk menjadi keanggotaan melakukan pendaftaran pada system informasi operasional perpustakaan,setelah menjadi anggota, anggota mendapatkan info buku dari system informasi operasional perpustakaan kemudian melakukan pemesanan ke bagian system informasi operasional perpustakaan,anggota melakukan pinjaman dan pengembalian sesuai tanggal yang ditentukan. System informasi operasional perpustakaan melakukan laporan operasi kepada manajemen. Tugas dari menajemen mengecek kinerja operasi.

System informasi operasional perpustakaan melakukan laporan pendapatan kepada bagian keuangan,bagian keuangan mengecek keuangan. System informasi memberikan buku rusak ke bagian pengadaan, bagian pengadaan memperbaiki menjadi buku baik dikembalikan sebagai buku baik,pengadaan memberikan buku baru sehingga bertambah buku didalam sistem informasi operasional perpustakaan

Kekgiyak.com

Kekgiyak.com
Lingerie Murah dan Terpecaya

Labels

 

Copyright 2015 All Rights Reserved @ Sistem Informasi|Fasilkom Unsri| Mkom Budi Luhur |